News Update

Perkuat Bisnis, GO-JEK Resmi Akusisi Tiga Fintech

JakartaPlatform aplikasi layanan on-demand GO-JEK Indonesia (GO-JEK) telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi tiga perusahaan teknologi keuangan (fintech) Indonesia. Akuisisi ini mengkolaborasikan tiga fintech nasional, yaitu Kartuku, Midtrans dan Mapan.

Selain itu, ketiga pimpinan dari masing-masing perusahaan yang diakuisisi akan memegang posisi senior manajemen di dalam GO-JEK Group. Aldi Haryopratomo dari Mapan akan memimpin GO-PAY, Ryu Kawano Suliawan dari Midtrans akan memimpin pengembangan platform merchant dalam GO-JEK Group, sementara Thomas Husted dari Kartuku akan memegang peranan sebagai CFO di GO-JEK Group.

Founder dan CEO GO-JEK Nadiem Makarim mengatakan, akuisisi ini akan memperkuat posisi GO-JEK dalam menyediakan ekosistem pembayaran finansial yang inklusif kepada institusi keuangan, UMKM, mitra pengemudi serta konsumen baik yang banked maupun unbanked, di kota besar maupun di daerah.

“Melalui akuisisi ini, GO-JEK akan berkolaborasi dengan tiga perusahaan fintech nasional yang memiliki visi kerja yang sama dengan kami. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pondasi dan langkah kami di industri fintech Indonesia,” ungkap Nadiem melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 15 Desember 2017.

Selain itu, bergabungnya ketiga fintech tersebut dengan GO-JEK akan mendukung ekspansi GO-PAY serta memperkuat posisinya sebagai industri jasa dompet digital.

Nadiem menyebut, bisnis perusahaan yang telah berkerjasama tersebut saat ini telah memproses total transaksi lebih dari Rp 67,5 triliun per tahun, baik melalui kartu kredit, debit maupun dompet digital untuk para pengguna, penyedia jasa dan merchant-merchant mereka.

Andre Soelistyo selaku GO-JEK Group President menyebut, melalui akusisi ini GO-JEK akan lebih berkembang di luar ekosistem GO-JEK pada tahun 2018 mendatang.

“Akuisisi ini akan mengakselerasi penetrasi dan jangkauan GO-PAY ke ranah pembayaran offline melalui Kartuku, ranah pembayaran online melalui Midtrans, serta meningkatkan inklusi finansial bagi masyarakat unbanked melalui Mapan. Kolaborasi antara perusahaan fintech nasional di dalam GO-JEK Group ini akan mendorong percepatan inklusi finansial untuk jutaan orang Indonesia serta meningkatkan produktivitas ekonomi,” ujar Andre.

Mewakili perusahaan yang telah berkerjasama, Ryu Suliawan selaku CEO Midtrans menyambut baik akusisi tersebut.

“Kami berharap dapat meningkatkan jangkauan GO-JEK Group dalam pembayaran online secara signifikan. Sistem manajemen risiko fraud yang kami miliki digunakan oleh mitra-mitra dalam platform kami. Sistem ini memegang peranan penting dalam menjaga merchant dan konsumen online dari fraud. Kami akan menggunakan platform dan teknologi kami untuk memperkuat ekosistem pembayaran GO-PAY,” ujar Ryu.

Sebagai informasi, GO-JEK saat ini merupakan platform layanan konsumen berbasis aplikasi dengan lebih dari 15 juta pengguna aktif mingguan. GO-JEK juga merupakan layanan penyedia dompet digital terdepan dengan 900 ribu mitra pengemudi, lebih dari 125 ribu merchant yang mayoritas adalah UMKM, serta memiliki lebih dari 100 juta transaksi yang diproses melalui platform ini setiap bulannya.(*)

Suheriadi

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

13 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

13 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

13 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

14 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

14 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

15 hours ago