Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat bisnis internasionalnya, dengan meluncurkan Satelit Merah Putih ke orbit bersama SpaceX Falcon 9, dari Cape Canaveral, Florida (7/8).
Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga mengatakan, Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 perangkat yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal (transponders), terdiri dari 24 Standard C-Band dan 12 Extended C-Band yang menjangkau Asia Tenggara, serta 24 Standard C-band yang menjangkau Asia Selatan.
“Satelit Merah Putih menjangkau seluruh wilayah Indonesia, negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Sehingga kehadirannya diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital di Indonesia dan memperkuat bisnis internasional TelkomGroup, sehingga TelkomGroup mampu menjadi perusahaan telekomunikasi digital Indonesia yang terdepan dan berdaya saing global,” ujar Alex sesaat setelah Satelit Merah Putih meluncur dari SLC 40 Cape Canaveral Air Force Station, melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 Agustus 2018.
Satelit Merah Putih dibangun oleh perusahaan pembuat satelit komersial dan perangkat antariksa asal Amerika, Space System Loral (SSL). Satelit yang dibangun awal 2016 ini diluncurkan menuju orbit menggunakan roket flight-proven Falcon 9 milik SpaceX, perushan asal Amerija yang memiliki sucess rate peluncuran sekitar 98 persen.
Satelit Merah Putih akan menempati slot orbit 108 derajat Bujur Timur (BT) atau di atas wilayah sekitar Selat Karimata. Kehadiran Satelit Merah Putih akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih aktif beroperasi, yaitu Telkom 2 dan Telkom 3S.
Alex berharap, peluncuran Satelit Merah Putih ini dapat memenuhi demand transponder naisonal, mengingat satelit merupakan infrastruktur komplemen yang dibutuhkan untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan karakteristik topografi negara kepulauan seperti di Indonesia.
“Keberhasilan Satelit Merah Putih juga diharapkan dapat mendorong pembangunan masyarakat digital Indonesia dan memperkuat peran Telkom sebagai enabler dalam kemajuan ekonomi digital nasional,” tutup Alex. (Bagus)
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More