Ilustrasi layanan bullion bank milik BSI
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat ekosistem Bulion Bank atau Bank Emas. Salah satu strateginya dilakukan melalui optimalisasi e-channel BSI, yakni superapps BYOND by BSI.
Hingga November 2025 secara year-to-date (ytd), pengguna BYOND by BSI mencapai 5.7 juta orang dari berbagai segmen usia, terutama didominasi rentang Gen Z dan milenial (20-40 tahun).
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, akselerasi digital menjadi fokus BSI jangka panjang BSI dan akan terus dilakukan melalui inovasi agar mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.
“Saat ini, kami juga terus melakukan improvisasi melalui superapps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah,” ujar Anton, dikutip Selasa, 6 Januari 2026.
Baca juga: BSI Pastikan Layanan Perbankan di Aceh Telah Kembali Normal
Diketahui, superapps BYOND dirancang bukan hanya sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup islami yang komprehensif.
Melalui BYOND, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan transaksi finansial, investasi maupun aktivitas sosial dalam satu platform.
Anton menambahkan, BYOND menjadi e-channel andalan untuk bisnis emas BSI. Hingga November 2025, saldo emas BSI mencapai 1,6 ton atau mengalami pertumbuhan 261,37 persen secara ytd, menandakan peningkatan transaksi yang signifikan.
Saat ini, fitur Bank Emas di BYOND memiliki berbagai pilihan di antaranya, beli emas, jual emas, transfer emas, cetak fisik emas, cicil emas dan gadai emas.
Baca juga: Perusahaan Minyak AS Ketiban Untung usai Penangkapan Maduro dari Venezuela
Ke depannya BSI akan menambahkan berbagai fitur untuk memudahkan nasabah mengelola emas secara aman dan rutin, termasuk nabung emas.
Bisnis emas tetap menjadi salah satu fokus BSI karena potensi yang masih besar. Layanan bullion baru diluncurkan Februari 2025 dan terus disosialisasikan.
Saat ini, kepemilikan emas masyarakat Indonesia relatif kecil, padahal emas memiliki fungsi safe haven untuk menjaga nilai. Investasi emas jangka panjang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan berhaji, pendidikan anak, maupun kebutuhan finansial lainnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting RI dan Jepang menandatangani 10 MoU dengan nilai total USD23,1 miliar (Rp392,7 triliun).… Read More
Poin Penting BRI mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap maraknya penipuan digital, khususnya melalui link palsu… Read More
Poin Penting Praktik mis-selling PAYDI/Unit Link masih menjadi penyumbang terbesar keluhan konsumen di industri asuransi… Read More
Poin Penting Bank Jatim mencetak laba bersih Rp1,61 triliun pada 2025, naik 24,80 persen yoy,… Read More
Poin Penting IHSG berbalik melemah atau ditutup turun 0,53 persen ke level 7.053,77 pada sesi… Read More
Poin Penting Pengguna BYOND by BSI tumbuh 197 persen yoy sejak diluncurkan, mendorong total pengguna… Read More