Jakarta – Pada era perekonomian saat ini sumber daya manusia (SDM)yang inovatif sangat dibutuhkan agar dapat menghasilkan trobosan inovasi yang dapat memajukan industri dalam negeri. Menurut Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri, pemerintah harus terus memperhatikan para inovasi karya bangsa agar dapat bersaing di pasar global.
”Pertumbuhan ekonomi kita ini lambat, itu karena pemerintah kurang perhatikan sumber daya yang negara ini miliki. Contoh saja mobil listrik, selesai jadi langsung dijual dengan asing seakan tidak sanggup produksi sendiri. Padahal kita sangat butuhkan mereka-mereka yang ahli scientis dan ahli engineering,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 10 Maret 2017.
Dia menilai, sistem yang dianut negeri ini terkesan hanya “berdagang” tanpa mempedulikan sumber daya alam yang terbatas. Jika sistem ini dibiarkan perkembangan ekonomi kita bisa saja makin tertinggal dari negara negara lain.
“Kita ini terlihat makin tertinggal dari negara lain, dari segi kesejahteraannya. Padahal titik mulainya pada tahun yang sama di titik tahun 1969,” ucapnya.
Sementara berdasarkan data World Bank Indicators data Gross National Income (GNI), Indonesia masih terpaut sangat jauh dengan China dan Korea. Korea dapat tumbuh dengan GNI diatas US$25.000, disusul China dengan GNI diatas US$5.000, sedangkan Indonesia hanya mampu diangka US$4.000.
“Terlihat pada diagram ini, kita masih terlampau jauh oleh China dan Korea, wajarlah Korea itu dapat tumbuh karena pemerintah telah memperhatikan industrinya. Lihat saja Samsung,” paparnya.
Ia beranggapan bahwa tidak ada negara maju yang industrinya tidak maju. Oleh karena itu, lanjut dia, orang-orang yang dipandang memiliki semangat memajukan inovasi harus didukung penuh oleh pemerintah bukan malah dikriminalisasi. (*)
Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More