Rupiah; Berpeluang menguat. (Foto: Zidni Hasan)
Jakarta – Sentimen positif dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang optimistis terhadap kinerja investasi langsung asing (FDI), diperkirakan bakal mendorong laju rupiah untuk melanjutkan tren apresiasi.
Pernyataan tersebut seperti disampaikan Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam risetnya, diJakarta, Rabu, 11 November 2015. Menurutnya, di perdagangan sebelumnya rupiah mampu terapresiasi di tengah penguatan dollar AS terhadap sejumlah mata uang.
“Kami berharap penguatan rupiah dapat berlanjut, namun disarankan untuk tetap mewaspdai potensi pembalikan arah melemah. Karena, belum sepenuhnya ditopang oleh sentimen positif,” ujar Reza.
Dia menilai, saat ini rupiah mendapatkan sentimen positif dari BKPM yang optimis bisa meraih target investasi 2016 sebesar Rp600 triliun atau meningkat 15% dibandingkan 2015. “BKPM juga optimis realisasi investasi bakal melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp519,5 triliun,” tukasnya.
Lebih lanjut Reza berharap, intervensi Bank Indonesia. (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah bisa menjadi katalis positif. Namun, para pelaku pasar diminta tetap mewaspadai sentimen negatif dari Federal Reserve AS yang berencana untuk menaikkan suku bunganya di akhir tahun ini.
“Sentimen peluang kenaikan suku bunga The Fed masih terus mewarnai kondisi pasar saat ini. Namun, tetap mencermati sentimen yang akan muncul. Laju rupiah di atas target resisten Rp13.676,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More