Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Dalam perdagangan nilai tukar rupiah pada hari ini (13/2) diprediksi akan menguat dan berada pada kisaran level 13.600/US$ hingga 13.720/US$.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada infobanknews menjelaskan, dari faktor eksternal yakni di Amerika Serikat (AS) terus memantau kondisi ekonomi global.
“Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan semalam dalam kesaksiannya di tengah tahunan kepada Kongres bahwa Fed sedang memantau dengan cermat munculnya pandemi dan dampaknya terhadap Tiongkok dan dunia,” kata Ibrahim di Jakarta, Kamis 13 Febuari 2020.
Ibrahim menambahkan, AS juga belum berhenti mengatakan bahwa penyakit Virus Corona itu telah mengubah garis dasar bank sentral tentang prospek ekonomi AS.
Semantara di dalam negeri,Pemerintah akan melakukan strategi bauran guna untuk melindungi perekonomian dalam negeri dari wabah virus CODIV-19 yang sampai saat ini masih belum bisa teratasi sehingga berakibat negatif terhadap perekonomian global.
“Oleh karena itu, maka pemerintah akan meluncurkan stimulus fiskal sehingga roda perekonomian dalam negeri akan kembali stabil,” tambah Ibrahim.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (13/2) kurs rupiah berada pada posisi Rp13.679/ US$ terlihat melemah dari posisi Rp13.659/US$ pada perdagangan kemarin (12/2). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BTN menggelar Run for Disabilities sebagai bagian Road to BTN Jakim 2026, menegaskan… Read More
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More