Faktor eksternal dari Amerika Serikat (AS), termasuk kenaikan suku bunga acuan AS dinilai tidak akan terlalu berdampak pada pasar modal Indonesia. Berdasarkan pengamatan BNPP IP, lanjut Adi, sejauh ini dampak yang ditimbulkan oleh pasar global cenderung tak berlangsung lama.
“Perekonomian Indonesia juga menunjukan tanda-tanda perbaikan, yang tercermin melalui meningkatnya pertumbuhan cadangan devisa luar negeri Indonesia sebesar 13 persen menjadi USD114 milliar,” tambahnya.
Sementara itu nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat relatif stabil di kisaran Rp12.950 hingga Rp13.700 pada satu tahun terakhir, dan ditutup di level Rp13.473 pada akhir tahun 2016. Selain itu aliran dana asing ke pasar obligasi pemerintah Indonesia juga meningkat 17,7 persen mencapai Rp692 triliun.
Tingkat inflasi dan arah suku bunga rendah yang saat ini berlangsung, juga diharapkan mampu mendongkrak daya beli masyarakat. (*)
Page: 1 2
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More