Tim Reaksi Cepat PT Semen Padang bersama warga membersihkan Masjid Istiqlal Binuang Pauh Limo, Kota Padang, yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Batang Kuranji
Poin Penting
Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama anak usaha, PT Semen Padang dan PT Solusi Bangun Andalas, mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi para korban banjir bandang di Sumatra Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatra Utara (Sumut).
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan, SIG melalui TRC PT Semen Padang, bekerja sama dengan tim gabungan lainnya, membantu evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta melakukan pemetaan kebutuhan di lokasi bencana.
Selain itu, PT Semen Padang telah menyalurkan lebih dari 1.600 paket sembako yang terdiri dari beras, telur, mi instan, minyak goreng, gula, air mineral, serta bantuan terpal.
”Bantuan disalurkan untuk 5 kecamatan di Kota Padang, meliputi Kecamatan Pauh, Kecamatan Koto Tengah, Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Lubuk Kilangan,” ujarnya, dikutip Rabu, 3 Desember 2025.
Baca juga: Banjir Sumatera, Dony Oskaria Minta BUMN Turun Tangan dan Kapolda Usut Pembalakan Liar
PT Semen Padang juga mendirikan Posko Satgas Bencana dan menyiagakan tim medis melalui Semen Padang Hospital untuk memberikan layanan kesehatan di Kecamatan Pauh, Kota Padang, dan Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Di Kecamatan Palembayan, PT Semen Padang juga akan mengoperasikan dapur umum untuk mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi para pengungsi dan relawan selama masa tanggap darurat.
Sementara di Aceh, melalui PT Solusi Bangun Andalas, SIG menyalurkan 738 paket sembako, termasuk beras, sarden, mi instan dan biskuit, ke sejumlah kecamatan di 6 kabupaten/kota di Aceh, antara lain Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Bireuen.
Saat ini, Perusahaan juga tengah menyiapkan bantuan untuk para korban di Sumut.
Baca juga: BTN dan HKBP Inisiasi Salurkan Bantuan Bencana Banjir Bandang ke Sumatera Bagian Utara
”Kami terus mengoptimalkan pendistribusian bantuan secara merata dan tepat sasaran, sehingga dapat meringankan beban para korban. Melalui tim di lapangan, kami terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan tim tanggap kebencanaan setempat untuk mengupayakan bantuan guna mempercepat pemulihan,” pungkas Indra.
Berdasarkan data BNPB per Rabu, 3 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 807 jiwa, dengan 647 orang hilang dan 2.600 korban luka.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi melonjak menjadi 582.500 orang tersebar di Sumut, Aceh, dan Sumbar. BNPB juga mendata rumah warga yang mengalami kerusakan dan kerusakan pada fasilitas umum.
Rinciannya, jembatan rusak sebanyak 299, fasilitas peribadatan rusak sebanyak 132, fasilitas kesehatan rusak ada 9 dan rumah terdiri dari rusak berat 3.600, rusak sedang 2.100, rusak ringan 4.900. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More