Sukabumi – Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menyelenggarakan sentra vaksin bagi masyarakat. Kali ini sentra vaksin digelar di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dengan menggandeng pihak Polres Kota Sukabumi. Langkah tersebut sebagi wujud nyata Perbarindo untuk mendukung pemerintah dalam percepatan program vaksinasi Covid-19. Sebelumnya Perbarindo telah menyelenggarakan kegiatan serupa di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 hingga kini diakui memberikan dampak signifkan kepada seluruh sektor industri. Termasuk pada kinerja industri BPR-BPRS di Indonesia. Perbarindo terus berkolaborasi, bersinergi dengan cepat dan strategis demi mewujudkan Indonesia Sehat sesegera mungkin. Karena ini adalah masa-masa krusial agar semua bisa mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja.
“Tujuan besar dari program vaksinasi COVID-19 adalah terwujudnya kekebalan kelompok. Semua pihak perlu bersinergi dan berkolaborasi untuk dapat mengakselerasi program vaksinasi sehingga kekebalan kelompok bisa segera tercapai,” kata Joko Suyanto, Ketua Umum Perbarindo melalui keterangan resminya yang diterima Infobank, Sabtu, 23 Oktober 2021.
Dia berharap bahwa sentra vaksin Perbarindo-LPS ini dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses vaksin Covid-19 sekaligus untuk meminimalisir dampak risiko dan jumlah orang yang terpapar Covid-19.
Dalam sambutannya, Joko Suyanto juga mengatakan BPR-BPRS tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam masa pandemi Covid-19. “Kami tetap hadir di tengah masyarakat, membantu masyarakat yang terdampak dengan program restrukturisasi, mengusulkan untuk menerima subsidi bunga dari pemerintah dan terus melakukan pendampingan, edukasi serta literasi keuangan kepada masyarakat dan pelaku UMKM,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga LPS, Dimas Yuliharto dalam sambutannya mengatakan bahwa selain dalam rangka mendukung pemerintah untuk percepatan vaksinasi Covid-19, kegiatan ini tentu saja diharapkan dapat menjadi salah satu langkah emas untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor kehidupan masyarakat yang terdampak oleh pandemi ini.
“Dengan kegiatan vaksinasi ini, diharapkan roda ekonomi dapat segera berputar sehingga perekonomian Indonesia khususnya di Sukabumi dapat segera pulih seperti sedia kala. Tentunya dengan sinergi dari berbagai pihak sebagaimana yang telah dilakukan hari ini,” ungkap Dimas.
Pada sentra vaksin yang digelar Perbarindo-LPS di Kota Sukabumi ini menargetkan peserta sekitar 3.750 orang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD Perbarindo Jawa Barat, Andi Gunawan.
“Target kami dari sentra vaksin ini adalah sebanyak 3.750 peserta yang akan divaksin dan dilakukan dalam tiga kali pelaksanaan. Yaitu pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2021 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar, dan tanggal 27 Oktober 2021 di Pondok Pesantren Al Masthuriyah Cisaat–Sukabumi.
Sentra vaksin Perbarindo-LPS di Sukabumi ini tidak secara khusus diperuntukkan untuk karyawan dan keluarga karyawan dari BPR dan BPRS saja. Tetapi dibuka secara luas untuk seluruh masyarakat, pelajar dan santri yang berada di Kota Sukabumi.
Tentu saja kami berharap bahwa sentra-sentra vaskin ini dapat mengendalikan laju pandemi Covid-19 dan selanjutnya akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjadi segera pulih dan normal kembali,” pungkas Andi. (*) Ari Nugroho
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More