Perbankan

Perbankan Terima Tambahan Likuiditas Rp255 Triliun dari Penguatan KLM BI

Sumba Timur – Dari penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia (BI), bank-bank telah menerima tambahan likuiditas Rp255,8 triliun hingga periode Juni 2024, dengan rate insentif 3,42 persen.

Berdasarkan catatan BI, sejak penguatan KLM diimplementasikan pada awal Juni 2024, pencapaian dan jumlah bank yang menerima insentif meningkat dibandingkan KLM eksisting.

Di periode Maret 2024, nilai dan rate insentif tercatat Rp165 triliun dan 2,27 persen. Dengan demikian, secara nilai, terdapat peningkatan Rp90,8 triliun hingga Juni 2024.

“Melalui KLM ini bank akan punya likuiditas yang bisa digunakan untuk penyaluran kredit, ” ujar Nugroho Joko Prastowo, Kepala Grup Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) BI, dalam diskusi dengan editor media massa di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 22 Juli 2024.

Baca juga: Ini Jurus BI Mendorong Pertumbuhan Kredit

Penguatan KLM merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan makroprudensial longgar yang ditempuh BI.

KLM dijalankan untuk mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan perbankan serta menjaga stabilitas sistem keuangan. Itu semua dilakukan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Kebijakan penguatan ini mulai berlaku per 1 Juni 2024. KLM sendiri sudah dijalankan sejak 2022,” tukas Joko.

Melalui KLM, bank sentral memberikan insentif berupa pengurangan giro bank dalam pemenuhan giro wajib minimum (GWM). Dalam penguatan KLM, insentif ditingkatkan hingga maksimal 4 persen.

Baca juga: Bos BI Pastikan Instrumen SRBI Tak Bikin Perbankan Kekeringan Likuiditas

Insentif ini diberikan kepada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor tertentu yang telah ditetapkan BI.

“Kalau bank kasih kredit ke sektor yang kita tunjuk itu, dia akan dapat insentif berupa GWM dikembalikan. Di sini terdapat peluang untuk meningkatkan insentif di berbagai sektor, terutama sektor perumahan, pariwisata termasuk ekonomi kreatif, dan pembiayaan inklusif,” pungkas Joko. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

30 mins ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

46 mins ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

60 mins ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

1 hour ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

2 hours ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

2 hours ago