Maka dari itu, industri syariah diminta untuk melihat potensi yang ada saat ini dengan mengembangkan produk-produk yang tidak dimiliki oleh perbankan konvensional. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, maka pangsa pasar keuangan syariah akan meningkat.
“Perbankan syariah coba kompetitif dengan perbankan konvensional. Produk yang ada di perbankan konvensional diadain di syariah. Kadang-kadang perbankan syariah lupa ada produk yang perbankan konvensional gak bisa,” ucap Mulya.
(Baca juga : Tantangan Perbankan Syariah Di Era Ekonomi Baru)
Lebih lanjut dia menilai, kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang lebih baik ketimbang dengan negara emerging lainnya, menjadi dukungan tersendiri bagi industri syariah untuk berkembang dan meningkatkan pangsa pasar di industri keuangan tanah air.
“Potensinya besar karena penduduk Indonesia besar. Kelas menengah besar. Fundamental ekonomi Indonesia baik dibanding emerging country lainnya. Regulasi dan dukungan pemerintah (APBN, APBD, dana haji) itu makin baik,” tutupnya. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More
Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More
Mandiri menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk BP BUMN… Read More
Selain itu, IFG juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti perlindungan asuransi, layanan pemeriksaan kesehatan, serta… Read More
Taspen memberangkatkan sebanyak 1.400 pemudik menggunakan 35 bus menuju berbagai daerah tujuan, program mudik gratis… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian naik Rp11.000 per gram pada Kamis,… Read More