Maka dari itu, industri syariah diminta untuk melihat potensi yang ada saat ini dengan mengembangkan produk-produk yang tidak dimiliki oleh perbankan konvensional. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, maka pangsa pasar keuangan syariah akan meningkat.
“Perbankan syariah coba kompetitif dengan perbankan konvensional. Produk yang ada di perbankan konvensional diadain di syariah. Kadang-kadang perbankan syariah lupa ada produk yang perbankan konvensional gak bisa,” ucap Mulya.
(Baca juga : Tantangan Perbankan Syariah Di Era Ekonomi Baru)
Lebih lanjut dia menilai, kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang lebih baik ketimbang dengan negara emerging lainnya, menjadi dukungan tersendiri bagi industri syariah untuk berkembang dan meningkatkan pangsa pasar di industri keuangan tanah air.
“Potensinya besar karena penduduk Indonesia besar. Kelas menengah besar. Fundamental ekonomi Indonesia baik dibanding emerging country lainnya. Regulasi dan dukungan pemerintah (APBN, APBD, dana haji) itu makin baik,” tutupnya. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti direksi bank-bank Himbara yang dinilai tidak bekerja maksimal… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia sepanjang 2025 naik 6,15 persen menjadi USD282,91 miliar, dengan industri pengolahan… Read More
Oleh Karnoto Mohamad, Wakil Pemimpin Redaksi Infobank DALAM Kalender Tiongkok, masyarakat memasuki Tahun Shio Kuda… Read More
Poin Penting BSI meluncurkan Hasanah Card Contactless bekerja sama dengan Mastercard dan menargetkan 100 ribu… Read More
Poin Penting POJK 36/2025 jadi tonggak tata kelola asuransi kesehatan, karena untuk pertama kalinya menempatkan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka turun 0,36 persen ke level 8.299,82 dengan nilai transaksi Rp814,38 miliar;… Read More