News Update

Perbankan Syariah Lebih Mampu Mitigasi Krisis Dibanding Konven

Jakarta – Perbankan syariah dipercaya lebih mampu untuk memitigasi risiko krisis ekonomi 2020 ketimbang perbankan konvensional. Hal tersebut terjadi lantaran pertumbuhan bisnis bank syariah terutama pembiayaan yang masih tumbuh double digit pada akhir 2019 lalu.

“Perbankan syariah itu pertumbuhannya (di akhir tahun 2019) masih di atas 10% sedangkan bank konvensional itu pertumbuhan kredit dan DPK itu justru sudah 6% makin tertekan lagi,” kata Ekonom Indef Abra Talatov saat live video conference di Jakarta, Senin 27 April 2020.

Tak hanya itu, Abra memandang kredit macet atau NPF perbankan syariah juga semakin membaik dalam tiga tahun terakhir hal tersebut menunjukan kompetensi pengelolaan kredit yang baik di bank syariah. Dari data OJK, NPF Bank Syariah semakin membaik di Januari 2020 mencapai 3,46% sedangkan tahun 2017 sempat mencapai 4,76% dan 2016 di 4,42%.

“Ini kan belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa perbankan syariah sekarang semakin baik untuk melakukan pembiayaan. Sehingga dalam situasi krisis nanti, perbankan syariah yang lebih siap untuk memitigasi dan menjadi potensi pertumbuhan,” tambah Abra.

Sebagai informasi saja, perbankan syariah masih mencatatkan pertumbuhan intermediasi double digit di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi nasional. Terlihat pada akhir tahun 2019 penyaluran kredit perbankan cuma tumbuh 6,08%, jauh merosot dibandingkan pertumbuhan pada 2018 sebesar 11,7%.

Adapun per November 2019, bank-bank syariah tanah air berhasil mencatat pertumbuhan pembiayaan 10,21%. Melesat jauh dibandingkan raihan serupa tahun lalu sebesar 4,19%. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

40 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

1 hour ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago