News Update

Perbankan Syariah Diproyeksi Tumbuh Konservatif di 2020

Jakarta – Direktur IDEAS (Indonesia Development and Islamic Studies) Yusuf Wibisono memperkirakan perbankan syariah masih akan tumbuh double digit seperti tahun-tahun sebelumnya Di tengah perlambatan ekonomi nasional.

Salah satu faktor pendorong adalah sentimen positif dari Qanun Aceh. Seperti diketahui, pada 2020 seluruh perbankan di Aceh diwajibkan beroperasi secara syariah pada 2020.

“Perbankan syariah di 2020 saya perkirakan tumbuh konservatif di kisaran 10-12%.Di satu sisi ada sentimen positif terutama dari Qanun Aceh,” ujar pria yang juga merupakan Pengajar FEUI (Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) kepada Infobank, 16 Desember 2019.

Meski demikian perbankan syariah harus tetap menjaga kualitas asetnya. Terutama tekanan non performing financing (NPF) ditengah kecenderungan ekonomi nasional yang melambat di tahun depan.

Selain itu, tantangan perbankan syariah, menurut yusuf juga datang dari sisi pembiayaan diperkirakan akan melambat. Untuk itu, menurut Yusuf para pelaku perbankan syariah harus bisa menemukan model bisnis berbeda dari bank konvensional salah satunya dengan mengoptimalisasi akad mudharabah muqayyadah.

“Optimalisasi akad mudharabah muqayyadah dapat memfasilitasi masuknya dana investor asing ke proyek-proyek pembangunan,” ujarnya.

Yusuf mnambahkan, jika tidak mampu merubah model bisnis secara drastis, bank syariah sebaiknya meningkatkan permodalan. Khususnya bagi bank yang mempunyai UUS, mengingat batas akhir pemisahaan UUS dengan induknya yang semakin dekat.

“Bank syariah sebaiknya meningkatkan permodalan dengan merjer atau aksi korporasi lainnya. Selain itu, Unit Usaha Syariah harus sudah siap spin off sejak sekarang dengan permodalan yang mumpuni, sebelum diwajibkan UU pada 2023,” ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ekonom sekaligus presiden direktur Karim Consulting Indonesia Adiwarman A. Karim memproyeksikan di tahun 2020 pertumbuhan industri perbankan syariah bisa menyentuh angka 15 hingga 17 persen. Akan tetapi untuk bisa mewujudkan hal tersebut ada beberapa skenario yang harus terjadi. Diantaranya revitalisasi satu bank syariah dan adanya pertumbuhan anorganic dari beberapa corporate action bank syariah.

“Asumsi Revitalisasi bank syariah X dan un-organic growth via corporate action bank syariah A, B, dan mungkin C maka pertumbuhan perbankan syariah 15 hingga 17 persen,” ujar Adiwarman kepada Infobank, Sabtu 14 Desember 2019.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Oktober 2019 total aset BUS dan UUS tumbuh 10,15 persen (yoy) atau sebesar Rp499,98 triliun. Angka tersebut sudah mencapai 6,01 persen dari total aset industri perbankan nasional. (*) DFM

Dwitya Putra

Recent Posts

Jerat Defisit APBN: Menkeu Purbaya, Bunga Utang Menggunung dan Tax Ratio yang Rendah

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More

2 hours ago

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

15 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

15 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

15 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

16 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

17 hours ago