News Update

Perbankan Syariah Diminta Mulai Fokus Biayai Infrastruktur

Surabaya – Sudah saatnya bagi perbankan syariah untuk bisa memanfaatkan peluang dari proyek pembangunan infrastruktur dengan ikut melakukan pembiayaan. Peluang ini sejalan dengan fokus pemerintah yang tengah gencar mengencangkan pembangunan infrastruktur.

Dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur di seluruh Indonesia, dibutuhkan pendanaan yang besar agar proyek-proyek tersebut dapat terealisasi. Peluang ini sudah sepatutnya ditangkap oleh industri perbankan syariah nasional, di tengah permintaan kredit yang masih rendah.

Head of Sharia Banking Maybank Indonesia Herwin Bustaman mengatakan, perbankan syariah saat ini harus fokus ke pembiayaan infrastruktur. Selama ini perbankan syariah cenderung lebih banyak fokus ke pembiayaan ke sektor ritel dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Banyak sekali proyek-proyek pemerintah yang fokus ke infrastruktur. Kebutuhan dana yang diperlukan itu sekitar US$450 miliar,” ujar Herwin di Grand City Surabaya, Jumat, 10 November 2017.

Sebagai informasi, saat ini total aset perbankan syariah hanya mencapai kisaran 30 miliar dollar AS. Apabila pemerintah mendorong pembiayaan infrastruktur dengan skema syariah, misal 20 persennya saja, maka total aset perbankan syariah juga bisa meningkat.

Terkait kemampuan perbankan syariah dalam pembiayaan proyek infrastruktur, Herwin menyatakan sudah ada bukti keberhasilan. Baru-baru ini, sindikasi perbankan syariah mengucurkan pembiayaan senilai Rp4,3 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Sindikasi perbankan syariah tersebut melibatkan Maybank Indonesia, PT Bank Mandiri Syariah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Negara Indonesia Syariah, dan PT Bank Permata Syariah. Kredit investasi dengan skema syariah itu adalah yang pertama bagi PLN dan yang terbesar di Indonesia.

Lebih lanjut Herwin menyatakan, bahwa sindikasi pembiayaan ini akan memberikan dampak yang sangat baik. Investor-investor asing pun melihat ini sebagai peluang untuk menyalurkan pembiayaan berbasis syariah ke Indonesia.

“Kita selalu perlu dana (untuk proyek infrastruktur). Kami harapkan bisa menarik investor-investor luar ke Indonesia,” papar Herwin.

Dengan demikian, perbankan syariah tidak perlu ragu untuk mulai fokus membiayai proyek-proyek infrastruktur. Alasannya, jika terus fokus pada sektor ritel dan UMKM, maka akan terlibas oleh perusahaan rintisan layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech). (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

9 mins ago

Arab Saudi Rayakan Idul Fitri 20 Maret 2026, Indonesia Segera Putuskan lewat Sidang Isbat

Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More

1 hour ago

Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat

Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More

2 hours ago

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Mandiri menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk BP BUMN… Read More

3 hours ago

Mudik Nyaman Bersama IFG Group

Selain itu, IFG juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti perlindungan asuransi, layanan pemeriksaan kesehatan, serta… Read More

3 hours ago

Mudik Nyaman Bersama Taspen

Taspen memberangkatkan sebanyak 1.400 pemudik menggunakan 35 bus menuju berbagai daerah tujuan, program mudik gratis… Read More

3 hours ago