Ryan Kiryanto; Mendukung kota cerdas. (Foto: Zaenal).
Perbankan harus berani berinvestasi dalam pengembangan perbankan digital untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya akan digital banking. Ria Martati
Jakarta–Perbankan berperan dalam mendukung terbentuknya kota cerdas (Smart City). Terutama dalam menyediakan sistem pembayaran yang memenuhi kebutuhan masyarakat di kota cerdas.
“Banking sector harus menjadi bagian tak terpisahkan dari smart city, karena ultimate goal smart city kan hidup lebih enak, perlu daya dukung salah satunya dari lembaga keuangan,” kata Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Ryan Kiryanto di sela-sela gelaran Indonesia Banking Expo 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis, 10 September 2015.
Perbankan, lanjutnya, merupakan industri yang market driven, sehingga harus mengikuti perkembangan nasabahnya. Oleh karena itu menurutnya perbankan harus berani berinvestasi besar dalam pengembangan teknologi informasi.
“Banking sector juga harus berani investasi besar, karena nature banking adalah padat modal, investasi IT mau enggak mau harus dilakukan,” tambahnya.
Apalagi 2020 mendatang industri perbankan harus siap untuk bersaing dengan bank-bank negara ASEAN lainnya dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.
“Terakhir yang perlu disiapkan adalah soal penyesuaian regulasi, kalau semua mudah, nyaman gimana dengan security-nya, perlu firewall, jangan sampai terjadi orang yang sudah meningal punya kartu kredit, kita arah jangka panjang pakai satu number account, security system,”tambahnya. Selain itu juga menurutnya regulator perlu melakukan penyesuaian aturan tanpa mengabaikan aspek keamanan. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More