News Update

Perbanas: Pertumbuhan Bisnis Mortgage Masih Positif

Jakarta – Infobank bersama dengan Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) Perbanas menyelenggarakan 3rd Indonesia Mortgage Forum 2019 dengan tema “Pembiayaan Mortgage Jenuh? – Prospek Pasar Milenial, Sektor Informal dan Kolaborasi dengan Fintech” di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

Farid Rahman, Wakil Ketua Umum Perbanas, mengatakan, forum ini diharapkan dapat menjadi diskusi semua pihak untuk membahas bagaimana meningkatkan pertumbuhan mortgage di tengah tantangan-tantangan ekonomi. Diskusi juga membahas poin-poin apa yang terjadi di mortgage dan apa yang dibutuhkan.

“Sehingga melalui pasar properti yang sehat kita bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang sehat,” paparnya, Kamis 17 Oktobee 2019.

Farid menjelaskan hingga Juli 2019, pertumbuhan mortgage cukup baik, NPL stabil, serta sudah lebih baik dari lima tahun belakang. Mortgage tumbuh 11,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih baik dari periode yang sama tahun lalu. Sementara, NPL mortgage masih dalam batas normal 2,8%.

Menurut riset Perbanas, kebutuhan mortgage akan selalu tetap ada, apalagi mortgage menjadi kebutuhan primer bagi millenial. Namun, industri harus merubah cara pemasaran atau komunikasi yang lebih berbeda dan mengoptimalkan sektor yang belum digarap, misalnya dulu orang punya rumah sendiri, sekarang millenial lebih puas dengan sewa apartment. Jadi, terdapat perubahan perilaku konsumen.

Ke depannya, Farid melihat potensi mortgage masih ada, meskipun makro ekonomi membuat properti stagnan dari sisi harga, serta harus dilihat dalam supply dan demand mortgage.

“Kami berharap kesempatan ini, pembicara dan pakar properti bisa saling sharing. Hingga akhirnya pertanyaan mortgage ini jenuh atau tidak bisa terjawab. Kita akan bahas permasalahan kebijakan dari otoritas, perilaku potensi pasar, juga perlindungan konsumen,” pungkasnya. (*) Ayu

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

26 mins ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

1 hour ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

2 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

2 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

3 hours ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

3 hours ago