Market Update

Perbaiki Kinerja, KOKA Bakal Dicaplok Perusahaan Asal China

Poin Penting

  • Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. (NLEM) asal China berencana mengakuisisi PT Koka Indonesia Tbk (KOKA).
    NLEM dan Gao Jing sepakat melakukan Lock Up selama lima tahun. Kepemilikan saham yang dikunci naik dari 42,75 persen menjadi 78,5 persen dari total saham KOKA.
  • Akuisisi ini merupakan strategi memperbaiki kinerja KOKA yang merugi Rp9,68 miliar pada kuartal II 2025 akibat kebijakan kontraktor China yang membatasi peluang kontraktor lokal.

Jakarta – PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menyampaikan rencana akuisisi perseroan oleh perusahaan asal China, yakni Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. (NLEM) yang dimiliki oleh Liqin Group baik secara langsung maupun tidak langsung.

Manajemen KOKA, William menjelaskan, jika rencana akuisisi tersebut disetujui oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka NLEM akan menjadi pengendali baru selain Gao Jing.

“Saya harapkan hadirnya NLEM ini bersama-sama dengan pengendali yang ada sehingga pengendali Perseroan nanti menjadi Gao Jing dan NLEM secara bersama-sama. Saya tegaskan sekali lagi, bukan menggantikan tapi menambah secara bersama-sama,” ucap William dalam Paparan Publik Insidentil yang diselenggarakan hari ini, 14 Oktober 2025.

Baca juga: Koka Indonesia Merugi, Manajemen Beberkan Faktor China di Baliknya

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga tata kelola dan kepastian pengendalian perseroan, NLEM menyatakan kesediaannya untuk melakukan Lock Up bersama-sama dengan pengendali utama perseroan saat ini, yakni Gao Jing. Lock Up tersebut dilakukan selama jangka waktu lima tahun sesuai dengan Surat Pernyataan Pengendali yang telah ditandatangani oleh Gao Jing.

Apabila penambahan pengendali perseroan dan Lock Up yang perseroan ajukan kepada BEI, OJK serta otoritas terkait lainnya dapat disetujui, maka saham yang Lock Up untuk periode lima tahun yang sebelumnya sebesar 42,75 persen berubah menjadi 78,5 persen dari total saham perseroan.

Rencana akuisisi KOKA tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kinerja keuangan perseroan yang sejak 2024 terus mengalami tekanan hingga mencatat rugi di kuartal II 2025.

“Oleh karena itu kita mencoba berbagai cara. Salah satunya yang pernah kita lakukan melalui publikasi keterbukaan informasi di mana kita telah melakukan pendatatanganan MoU dengan perusahaan asal China Ningbo untuk melakukan akuisisi terhadap kita,” imbuhnya.

Kinerja Koka Indonesia

Pada kuartal II 2025, Koka Indonesia mencatat rugi kotor yang membengkak menjadi sebanyak Rp9,68 miliar dari untung Rp492 juta pada kuartal yang sama sebelumnya. Padahal pada tahun lalu, perseroan berhasil meraih laba kotor Rp23,38 miliar.

Baca juga: Alasan UNTR Akuisisi Tambang Emas Milik Anak Usaha PSAB

Kerugian tersebut disebabkan oleh perubahan preferensi kontraktor perusahaan China yang dimulai pada awal 2024. Kontraktor yang ditetapkan harus berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China atau perusahaan terbuka dari China.

Dengan adanya kebijakan tersebut, KOKA sebagai kontraktor lokal yang berasal dari Indonesia kesulitan untuk mendapatkan proyek-proyek berskala besar dan berdampak pada kinerja keuangan perseroan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

3 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

3 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

3 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

3 hours ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

3 hours ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

3 hours ago