News Update

Perbaiki Jalur Bus, Dinas Bina Marga DKI Jakarta Gandeng PLP

Jakarta – Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan PT Pendawa Lestari Perkasa (PLP) anak perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Semen Indonesia Group) melakukan perbaikan jalur Bus Transjakarta di koridor 1 pada Kamis (5/9), dengan menggunakan beton cepat kering (SpeedCrete) dengan metode Rapid Setting.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan metode Rapid Setting dinilai dapat meminimalkan kemacetan.

“Rapid Setting menggunakan material batu agregat dan bahan aditif yang sangat khusus sehingga mampu memperbaiki jalan dengan waktu singkat dalam hitungan jam, malam hari dikerjakan, esok hari sudah dapat digunakan, sehingga tidak mengganggu lalu lintas dan akivitas masyarakat,” jelasnya.

Untuk tahap awal, kontrak kerjasama PT SBI dengan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta baru disepakati untuk pengerjaan perbaikan di empat koridor dari total 10 koridor yang diidentifikasi mengalami kerusakan.

Salah satu dari keempat koridor tersebut diantaranya adalah koridor satu, mulai dari Blok M-Kota dan koridor tiga, dari Kalideres ke Harmoni

“Jenis beton yang kita gunakan kualitasnya tinggi. Selain cepat keras, dia juga bisa tahan sampai 4-5 tahun. Bahkan jaminannya bisa sampai 10 tahun. Ini jauh lebih bagus dibanding (beton) yang biasa, yang sekitar1-2 tahun sudah habis (rusak), apalagi kalau sering terendam air,” ujar Hari Nugroho.

Dari catatan Bina Marga, koridor 12 teridentifikasi mengalami kerusakan terpanjang, yaitu mencapai 11 kilometer dari total jalur sepanjang 400 kilometer.

Sementara untuk di koridor lain jumlah kerusakan relatif beragam mulai dari 500 meter hingga dua kilometer.

“Kalau kita hitung (total kerusakan) itu sekitar hampir tiga persen. Ada di spot-spot tertentu. Ada yang 500 meter, ada 1.500 meter atau bisa sampai 2.000an meter, jadi sekitar dua kilometer,” tutur Hari.

Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar menjelaskan, pengerjaan perbaikan bakal dilakukan tengah malam hingga pagi hari, mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“(Pemilihan) Waktu pengerjaan ini agar mengurangi potensi dampak kemacetan, karena kita kerjakan di malam hari. Saat masyarakat istirahat dan lalu lintas sedang lengang, kita bekerja. Besok saat pagi sudah bisa dilewati karena (pengerjaan) ini menggunakan jenis beton cepat kering. Sehingga diharapkan tidak menyebabkan kemacetan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Perusahan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengungkapkan bahwa metode Rapid setting telah berhasil membuktikan bahwa waktu proses pengerjaan yang lebih cepat serta memberikan hasil yang optimal.

Hal ini karena didukung dengan peralatan muktahir seperti Laser Screed yang dapat menjamin kerataan dan kemiringan hasil jalan serta aspek keselamatan kerja yang diterapkan dalam melakukan pekerjaan di lapangan.

“SpeedCrete merupakan salah satu produk dari PT Solusi Bangun Indonesia untuk solusi pembetonan dengan kekuatan sangat tinggi. Perkerasan beton hanya membutuhkan waktu 8 jam,” imbuh Sigit Wahono.

Selain SpeedCrete, PT Solusi Bangun Indonesia juga memiliki beberapa produk yang bisa dipakai untuk Jalur pejalan kaki diantaranya ThruCrete, solusi perkerasan beton yang memiliki karakter keropos dapat berfungsi sebagai perantara lapisan tanah sehingga air masih dapat diserap oleh tanah.

DekoCrete, solusi perkerasan beton dekoratif berkualitas dapat diterapkan baik di dalam maupun di luar ruangan, desain sesuai dengan keinginan.

ApexCrete, adalah solusi terintegrasi untuk konstruksi lantai industri agar sesuai dengan kebutuhan industri memastikan produktivitas kerja yang tinggi dan penyelesaian lantai berkualitas tinggi. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Jelang Idul Fitri, PGE Jaga Pasokan Listrik Nasional Tetap Stabil

Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More

5 hours ago

Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Dukung Perjalanan Mudik Aman dan Nyaman

Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More

11 hours ago

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

12 hours ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

13 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

14 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

15 hours ago