Categories: Analisis

Perbaikan Kredit Danamon Ditengah Ekonomi Yang Melambat

Segmen-segmen diluar otomotif akan kembali mendongkrak penyaluran kredit Bank Danamon tumbuh 3% di 2015 atau sama dengan pertumbuhan kredit di sepanjang 2014. Rezkiana Nisaputra

Jakarta – Kondisi makroekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan, telah berdampak kepada industri otomotif. Hal tersebut tercermin pada penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) yang ikut lesu di sepanjang Semester I 2015.

Berdasarkan paparannya, Kredit Kendaraan Bermotor dan pembiayaan yang melalui Adira Finance, mengalami penurunan hingga 4% menjadi Rp48,6 triliun bila dibandingkan dengan Semester I tahun sebelumnya. Penurunan kredit di sektor otomotif ini telah berdampak signifikan pada total penyaluran kredit perseroan yang ikut menurun 3% menjadi Rp136,2 triliun bila dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama yakni Rp140,6 triliun.

Kendati demikian, perseroan merasa optimis penyaluran kredit Danamon akan mengalami perbaikan di Semester II 2015. Direktur Bank Danamon, Vera Eve Liem mengungkapkan, kondisi industri otomotif yang mengalami kelesuan telah berdampak signifikan terhadap pertumbuhan kredit perseroan yang menurun 3%, akan tetapi diluar sektor otomotif, sektor-sektor lain dianggap akan mampu menopang pertumbuhan kredit Danamon hingga akhir tahun ini.

“Pertumbuhan segmen-segmen lain akan lebih cepat tumbuh seperti segmen UKM, komersil, syariah dan retail, yang pasti segmen-segmen yang tidak terkait dengan otomotif, itu akan tumbuh. Jadi kredit ditopangnya dari segmen-segmen itu,” ujar Vera di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015.

Menurutnya, segmen-segmen tersebut akan kembali mendongkrak penyaluran kredit perseroan tumbuh 3% di 2015 atau sama dengan pertumbuhan kredit di sepanjang 2014 lalu. Meski begitu, pihaknya tetap melihat kondisi perekonomian nasional di Semester II 2015. Jika memang ekonomi nasional masih mengalami perlambatan maka akan berdampak kembali ke bisnis Danamon, namun jika ekonomi membaik maka kredit perseroan akan ikut membaik.

“Perkiraan akhir tahun, kredit kita flat, tahun lalu memang turun, berarti tahun ini pertumbuhannya sama dengan tahun lalu.
Proyeksi kredit kita akan membaik dibanding Semester I yah, jadi secara keseluruhankan minus 3%, kita ekspektasinya tahun ini kredit. sama dengan tahun lalu, tapi tidak terlepas kepada kondisi dari ekonomi secara keseluruhan,” tambahnya.

Untuk menopang bisnis Danamon, perseroan akan menerapkan strategi-strategi khusus, seperti meningkatkan sistem marketing guna mendongkrak penjualan di segmen otomotif. Selain itu, perseroan juga akan terus meningkatkan kreditnya di segmen UKM, komersil, syariah dan retail. “Kita tunjang dengan marketing kita, tapi harus perhatikan secara industri pertumbuhan memang sedang melambat, untuk roda dua dan empat tetap melambat,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang 2014, Bank Danamon mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 3%, dimana angka tersebut meningkat dari Rp139 triliun di 2013 menjadi Rp135 triliun pada 2014.
Sedangkan untuk kredit otomotif melalui PT Adira Finance, angkanya mencapai Rp49,6 triliun atau tumbuh sebesar 3% dibanding tahun 2013. (*)

@rezki_saputra

Apriyani

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

10 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

10 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

11 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

11 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

12 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

12 hours ago