Ilustrasi: Perang Hamas dan Israel dikabarkan disetop selama 5 hari/istimewa
Jakarta – Korban tewas akibat konflik perang Israel-Hamas terus bertambah. Hingga Sabtu (14/10), gempuran Israel ke Gaza telah mencapai 2.215 warga dan 8.714 warga luka-luka.
Dinukil Al-Jazeera, Minggu (15/10), korban tewas tersebut termasuk 700 anak-anak Palestina. Adapun, di pihak Israel telah mencapai 1.300 orang, dan 3.400 orang terluka.
Laporan Al-Jazeera menyebut, tim medis di dalam rumah sakit Gaza terus berupaya semaksimal mungkin menyediakan seluruh jenis perawatan medis bagi korban yang tiada henti menggempur wilayah Selatan Palestina.
Perawatan medis di Gaza terancam terhenti akibat penutupan penyeberangan yang masih berlangsung dan pelarangan pasokan medis.
Iran dan PBB sendiri menuntut komunitas internasional untuk membantu menghentikan perang mematikan yang masih berlangsung di tengah gempuran bom Israel yang tiada henti ke jalur Gaza.
“Apabila kejahatan perang dan genosida apartheid Israel tidak segera dihentikan, maka situasi akan tidak terkendali dan menimbulkan konsekuensi luas,” tegas utusan Iran di PBB.
Dalam hal ini ujar utusan tersebut merupakan tanggung jawab PBB, Dewan Keamanan dan negara-negara yang mengarahkan Dewan tersebut ke jalan buntu. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More