Ilustrasi logo The Standard Chartered
Poin Penting
Jakarta – Eskalasi konflik Iran telah memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan aktivitas pasar modal dan investasi lintas batas di Timur Tengah. Serangan militer AS dan Israel terhadap Iran berdampak pada pembekuan perjalanan bisnis serta penundaan pembicaraan investasi.
Sejumlah bankir dan investor memperingatkan potensi tertundanya penggalangan dana, initial public offering (IPO), hingga transaksi merger dan akuisisi (M&A) lintas negara. Ketidakpastian keamanan menjadi faktor utama yang menghambat mobilitas pelaku industri keuangan.
Ketua Primavera Capital Group China, Fred Hu, mengatakan konflik tersebut dapat mengganggu arus modal dua arah antara China dan Timur Tengah dalam jangka pendek.
Menurutnya, sejumlah investor China menunda pembahasan akuisisi aset infrastruktur dan energi di kawasan tersebut. Bank-bank juga melakukan asesmen keamanan sebelum mengirimkan staf ke Timur Tengah.
Baca juga: Iran Serang Kapal Lintasi Selat Hormuz, Jalur Vital Energi Dunia Ditutup
“Dalam dua tahun terakhir, hubungan investasi China–kawasan Teluk menunjukkan tren peningkatan. Namun, situasi geopolitik saat ini dinilai memperumit upaya ekspansi global melalui aktivitas deal making,” kata Hu, dikutip Reuters, Rabu, 4 Maret 2026.
Meski demikian, ia menilai hubungan investasi China dan negara-negara Teluk memiliki fondasi jangka panjang yang kuat sehingga kecil kemungkinan terputus akibat gejolak sementara.
Sejumlah bank internasional mengambil langkah mitigasi dengan membatasi perjalanan bisnis ke kawasan tersebut.
Standard Chartered, Sumitomo Mitsui Financial Group, dan Mitsubishi UFJ Financial Group meminta karyawan menunda perjalanan ke Timur Tengah.
Baca juga: Trading Halt IHSG Bayangi Bursa Asia, BI Sebut Koreksi Imbas Perang Israel-AS vs Iran
Sementara itu, Mizuho Financial Group menyatakan opsi evakuasi sukarela tersedia bagi karyawan di kantor Dubai dan Riyadh.
Bahkan, seorang bankir pasar modal ekuitas berbasis di Hong Kong mengaku membatalkan perjalanan ke Timur Tengah pada akhir Maret karena meningkatnya serangan militer dan potensi konflik berkepanjangan
Serangan AS-Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan memicu serangan balasan Iran ke kota-kota di kawasan Teluk. Dampaknya, sejumlah maskapai menghentikan penerbangan dan kapal tanker minyak menunda pelayaran melalui Selat Hormuz.
Gangguan di jalur tersebut berpotensi menekan stabilitas pasar energi global sekaligus meningkatkan risiko volatilitas di pasar keuangan kawasan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More
Poin Penting BRI Life meluncurkan MODI, asuransi digital end-to-end yang bisa diakses sepenuhnya secara daring.… Read More
Poin Penting Industri pinjaman daring (pindar) semakin strategis mendukung UMKM, dengan akses cepat, fleksibel, dan… Read More
Poin Penting Setelah akuisisi Mandala Finance, Adira Finance integrasikan 6.000 karyawan baru, total karyawan mencapai… Read More
Poin Penting PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) agresif monetisasi aset properti dengan menjalin kerja… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggeledah kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan… Read More