Internasional

Perang Hamas vs Israel Ciptakan ‘Neraka’ Baru di Jalur Gaza

Jakarta – Konflik perang antara militan Hamas dan Israel kembali memanas pada Sabtu (7/10). Hal ini ditandai dengan serangan Hamas secara besar-besaran di wilayah selatan negeri Yahudi tersebut.

Israel pun membalas dengan menyatakan perang untuk kali pertama sejak tahun 1973. Konflik perang Hamas dan Israel tersebut kini menciptakan neraka baru di Jalur Gaza

Dikutip Aljazeera, Senin (9/10), rangkaian serangan yang dilakukan militan Hamas tersebut telah menelan kisaran 600 korban jiwa dari pihak Israel.

Baca juga: Perang Hamas vs Israel Memanas, Bagaimana Nasib WNI di Palestina?

“Berdasarkan laporan, 600 warga Israel terbunuh. Ini akan sangat mengerikan bagi warga Israel. Hal itu juga akan menjadi alasan untuk melakukan pembalasan terhadap Gaza,” kata pewarta Aljazeera yang melaporkan dari wilayah Israel Selatan.

Hal tersebut tersebut menjadi serangan terbesar dan paling mematikan ke Israel sejak Mesir dan Suriah melakukan serangan mendadak sebagai upaya merebut kembali wilayah yang telah hilang dalam konflik perang Yom Kippur 50 tahun lalu.

Ia mengatakan, hingga saat ini militer Israel belum berhasil menghadang militan Hamas dari beberapa kota dan desa di Israel Selatan.

“Kami juga mendengar bahwa kelompok militan Hamas telah dipasok dan dipersenjatai kembali dan mengambil tempat baru di Kibutz Magen, wilayah Israel Selatan yang sebelumnya tak pernah tersentuh,” ujarnya.

Adapun, korban jiwa dari Palestina diperkirakan ada sebanyak 313 orang dan 1.990 orang mengalami luka-luka. Hal ini sebagai buntut serangan balik besar-besaran yang dilakukan Israel setelah militan Hamas menembakkan ribuan roket ke wilayahnya. 

Dinukil Reuters, militer Israel telah mengerahkan puluhan ribu tentara di kawasan sekitar Gaza. Di mana, kawasan ini dihuni oleh 2,3 juta warga Palestina. 

“Kami akan menyerang Hamas dengan gencar dan ini akan berlangsung lama,” kata seorang juru bicara militer Israel dalam sebuah konferensi pers kepada awak media.

Baca juga: AS Berikan Sinyal Bakal Tinggalkan Ukraina Hadapi Agresi Rusia, Kok Bisa?

Bangunan Ibadah Luluh Lantah

Serangan rudal milik Israel di jalur Gaza sehari setelah militan Hamas menyerang Israel telah meluluh lantahkan banyak bangunan di sana. Salah satunya, sebuah Masjid Al Amin Muhammad.

Dikutip Morroco World News, pesawat tempur Israel memang telah menyerang dan menargetkan tempat ibadah tersebut. Dari banyak foto yang beredar, terlihat orang-orang tengah membereskan puing-puing masjid yang hancur lebur.

Selain masjid, puluhan rumah di jalur Gaza juga hancur lebur. Gambar lain juga terlihat penduduk sekitar tampak sedih menyaksikan tempat tinggal mereka luluh lantah. Bahkan, serangan udara Israel di Gaza telah meratakan sebuah apartemen. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

2 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

8 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

9 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

10 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

11 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

14 hours ago