Jakarta–Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai adanya persaingan bunga antara surat utang dan deposito dianggap menjadi penghambat untuk merealisasikan arahan pemerintah terkait dengan suku bunga single digit.
Baca juga: NPL Tinggi Bikin Suku Bunga Kredit Sulit Turun
Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartari mengungkapkan, saat ini pemilik dana besar yang ada di dalam negeri sangat terbatas, di mana mayoritas dari mereka tertarik menaruh dananya di surat utang negara dibanding deposito.
“Ketika Menkeu menyetujui penerbitan surat utang, maka pemilik modal ini akan tertarik membeli SUN (surat utang negara) dibanding menaruh di perbankan. Ini yang dikhawatirkan menjadi perang suku bunga,” ujarnya di Jakarta, Senin, 6 Februari 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More