Jakarta–Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai adanya persaingan bunga antara surat utang dan deposito dianggap menjadi penghambat untuk merealisasikan arahan pemerintah terkait dengan suku bunga single digit.
Baca juga: NPL Tinggi Bikin Suku Bunga Kredit Sulit Turun
Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartari mengungkapkan, saat ini pemilik dana besar yang ada di dalam negeri sangat terbatas, di mana mayoritas dari mereka tertarik menaruh dananya di surat utang negara dibanding deposito.
“Ketika Menkeu menyetujui penerbitan surat utang, maka pemilik modal ini akan tertarik membeli SUN (surat utang negara) dibanding menaruh di perbankan. Ini yang dikhawatirkan menjadi perang suku bunga,” ujarnya di Jakarta, Senin, 6 Februari 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More
Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan ke kisaran 8.440–8.503, namun tetap perlu mewaspadai… Read More