Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (16/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.971 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.958 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, dalam perkembangan terbaru, AS menyerang sejumlah target militer Iran di pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg pada akhir pekan. Washington juga mengancam akan memperluas serangan ke infrastruktur energi jika Teheran mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
“Pasar juga tengah mencermati laporan bahwa AS akan segera mengumumkan pembentukan koalisi sejumlah negara untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global tersebut,” kata Andry, Senin, 16 Maret 2026.
Baca juga: OJK: Pelemahan Rupiah Tak Banyak Berdampak ke Neraca Bank
Indeks dolar AS (DXY) naik di atas 100,3, level tertingginya sejak pertengahan Mei 2025. Penguatan ini menandai kenaikan mingguan kedua berturut-turut karena pelaku pasar memilih dolar AS sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya konflik dengan Iran serta belum adanya prospek penyelesaian dalam waktu dekat.
Andry menambahkan, Federal Reserve (the Fed) akan memutuskan kebijakan moneter pekan ini. Meski suku bunga atau fed federal funds (FFR) diperkirakan tetap, pasar akan mencermati sinyal kebijakan untuk sisa tahun ini, terutama terkait perkembangan inflasiyang dipengaruhi kenaikan harga energi.
“Saat ini investor hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026,” ujar Andry.
Menurut Andry, perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasokan energi akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar global serta keputusan suku bunga dari otoritas moneter utama dunia.
“Setelah The Fed, penetapan kebijakan juga akan dilakukan oleh bank sentral negara maju (G10) seperti ECB, BoJ, BoE, SNB, RBA, dan BoC,” tambah Andry.
Baca juga: Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Dibuka di Level Rp16.923 per Dolar AS
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.894 hingga Rp16.985 per dolar AS sepanjang hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.894 dan Rp16.985 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Konflik antara AS–Israel dan Iran berpotensi mengganggu rantai pasok global dan perdagangan internasional.… Read More
Poin Penting OJK menjatuhkan total denda Rp5,62 miliar kepada PT Bliss Properti Indonesia Tbk dan… Read More
Poin Penting Bank Danamon menyiapkan layanan operasional terbatas selama libur Nyepi–Idulfitri 18–24 Maret 2026. Sebanyak… Read More
Poin Penting THR tidak hanya untuk konsumsi Lebaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk… Read More
Poin Penting Tugure menyalurkan 300 paket sembako melalui program Bakti Sosial Ramadhan 1447 H. Seluruh… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada 16 Maret 2026. Harga… Read More