News Update

Peran Perbankan Sangat Signifikan Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta – Perekonomian nasional sudah pasti terkena dampak dari krisis seperti saat ini. Namun demikian, ternyata rakyat Indonesia bisa bernapas agak lega berkat masih stabilnya kondisi lembaga keuangan, seperti perbankan di Indonesia di kala pandemi saat ini.

Pahala N Mansury selaku Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) yang sekaligus juga Wakil Ketua Umum Perbanas, melihat bahwa peran perbankan nasional saat ini untuk pemulihan perekonomian nasional tak bisa dipandang sebelah mata.

“Rp693 triliun rupiah untuk nilai kredit yang telah disalurkan oleh bank-bank himbara, sudah 18 sampai 21%. Jadi, peran perbankan bagi pemulihan perekonomian itu sangat besar, karena memang ada ruang untuk itu,” terangnya, pada Webinar Perbankan Series Edisi Khusus dengan tema: “Perbankan Nasional Menghadapi Krisis Ekonomi Global”, Jumat, 25 September 2020.

Ia melihat bahwa sektor keuangan ini dapat memberikan dukungan nyata untuk sektor riil agar dapat bertahan, di samping bisa meningkatkan sisi demand dari jasa atau sektor usaha lainnya.

Tetapi, dirinya tak menampik kenyataan bahwa lembaga perbankan nasional yang saat ini berkinerja relatif stabil di masa krisis, tidak bisa dipisahkan dari adanya supportive policy yang dikeluarkan oleh regulator.

“Dengan kebijakan yang diberikan oleh regulator seperti OJK misalnya yang memberikan kemudahan pembayaran bunga dan uang pokok terhadap sektor jasa keuangan, sehingga bisa menjadi dana untuk bertahan dan berupaya,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia juga mengingatkan lembaga perbankan untuk tetap aware terhadap krisis saat ini, yang dinilai sebagai krisis dunia terparah sejak tahun 1900.

“Sektor perbankan kondisi starting poinnya saat ini sangat baik dengan NPL di bawah 4 persen serta elemen lainnya yang juga masih terjaga. Kita masih bisa berharap kalau krisis ini terjadi sampai 2021, karena kalau bertahan sampai 18 bulan, walaupun kondisi perbankan membaik, bagaimana dengan kondisi nasabah, bagaimana dengan sektor UMKM, yang paling terdampak dari adanya krisis ini,”  pungkasnya. (*) Steven Wijaya

Suheriadi

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

7 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

7 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

12 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

12 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

16 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

18 hours ago