Peran Perbankan Dalam Membentuk Ekosistem Fintech
Jakarta — Perbankan menjadi lembaga keuangan high regulated yang terkena dampak akibat kehadiran financial technology (fintech). Namun, ternyata perbankan memiliki peran dalam membentuk ekosistem fintech yang kuat agar menghasilkan gerakan non-tunai (GNT) atau cashless yang sedang digadangkan oleh pemerintah serta mencapai target inklusi keuangan 75% pada 2019.
“Kalau perbankan itu pada dasarnya adalah perusahaan atau institusi yang sudah terbiasa dengan keuangan, regulasi, dan lainnya. Mereka tidak perlu men-support fintech tapi mereka bisa menjadi fintech itu sendiri,” ujar Managing Director PT Digital Artha Media, Fanny Verona, saat ditemui Infobank, Rabu (29/08).
Baca juga: Ekosistem Fintech di Indonesia Masih Belum Kuat
Ia menjelaskan, contoh perbankan yang telah mengadopsi fintech menjadi bagian dari kemajuan teknologi yakni mandiri e-cash, BCA Flazz, BCA Sakuku, dan BTPN Jenius. Perbankan menurutnya, memiliki porsi yang penting. Karena, perbankan memegang kunci komunikasi dan edukasi ke para nasabahnya.
“Mereka (bank) juga reputable. Masyarakat kalau melihat mereka lebih percaya. Tapi mereka juga dituntut untuk terus berinovasi. Kembali lagi, mereka tidak perlu mendukung fintech tapi mereka bisa menjadi fintech,” pungkasnya. (Ayu Utami S)
Poin Penting IHSG sesi I (23/2) ditutup menguat 1,36% ke level 8.384,04 dengan nilai transaksi… Read More
Poin Penting OJK akan memberi notasi khusus pada emiten yang belum memenuhi ketentuan free float… Read More
Poin Penting MA AS membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump, namun Indonesia memastikan perjanjian dagang bilateral… Read More
Poin Penting Transaksi ziswaf melalui Muamalat DIN naik 24,75% secara tahunan hingga akhir 2025, menunjukkan… Read More
Poin Penting BEI mencatat 8 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, terdiri dari 5 perusahaan aset… Read More
Poin Penting BI dan Kemenkeu sepakat lakukan debt switching SBN Rp173,4 triliun pada 2026, sesuai… Read More