Ekonomi dan Bisnis

Peran Penting Teknologi Sebagai Alat Atasi Ketimpangan

Yogyakarta – Melihat perkembangan digital yang mengarah ke revolusi industri 4.0 dimana transaksi dunia akan didominasi oleh otomatisasi, maka perlu adanya antisipasi dalam menghadapi efek yang ditimbulkannya yaitu terjadinya ketimpangan dan ketersediaan lapangan pekerjaan di masa depan.

Kepada Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai terus berkembangnya teknologi, dianggap dapat mengurangi tingkat ketimpangan. Namun demikian, kata dia, perkembangan teknologi juga berpotensi untuk memperlebar tingkat ketimpangan yang ada.

“Salah satu contoh pengurangan ketimpangan, petani yang biasa menggunakan gadget bisa mendapatkan informasi mengenai benih yang cocok, ramalan cuaca sampai harga komoditas di pasar sehingga memiliki daya tawar lebih tinggi,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kemenkeu, di Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.

Menurutnya, ketidaksetaraan merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian dunia karena dapat membawa implikasi negatif yang signifikan dalam pertumbuhan jangka panjang dan stabilitas. Disamping itu juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi melalui perlambatan produktivitas yang disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap edukasi, kesehatan, pekerjaan dan penciptaan lapangan kerja baru.

“Studi Mckinsey tahun 2016, 52.6 juta pekerjaan akan berpotensi digantikan oleh mesin dan hanya 3.7 juta pekerjaan baru akan tercipta atas majunya teknologi dalam 7 tahun ke depan,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, bahwa penggunaan teknologi memiliki peran penting sebagai alat untuk mengatasi ketimpangan dalam perekonomian, teknologi dapat memperbaiki konektifitas antar daerah, pulau maupun negara dan juga memfasilitasi pertukaran informasi.

“Terkait pentingnya penggunaan teknologi internet dalam perekonomian, pemerintah berencana membangun infrastruktur broadband di 100 desa dan Base Transceiver Stations (BTS) pada 380 lokasi,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Kasus Kredit Macet Sritex: Ketika Pasal Karet Jadi “Hantu” Bankir dan Hadang Denyut Nadi Ekonomi

Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More

1 hour ago

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

4 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

4 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More

4 hours ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

15 hours ago