Peran Pemerintah Dibutuhkan Agar Produk Pertanian Lokal Dapat Diekspor

Peran Pemerintah Dibutuhkan Agar Produk Pertanian Lokal Dapat Diekspor

Tantangan Urbanisasi dan Sektor Pertanian
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Ditengah pandemi Covid-19, sektor pertanian sangat penting dalam mendongkrak perekonomian nasional. Untuk itu, menurut Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), peran strategis dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja pasar pertanian dalam negeri.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Ketua Umum KTNA Winarno Tohir dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2020. Ia berharap agar semua pihak terutama pemerintah dapat meningkatkan laju pertumbuhan sektor pertanian. Salah satunya dengan membantu memasarkan bahan pangan olahan pertanian untuk bisa di ekspor.

“Dan sekarang saat pandemi ini, ada peran-peran dari pemerintah, BUMN, kepala daerah, hingga DPR RI, yang diperlukan agar produk petani dapat dibeli, supaya jangan sampai wortel itu cuman Rp2.000. Kasian itu para petani,” ujarnya.

Ia pun memberikan contoh, seperti pemanfaatan keberadaan dinas dalam negeri untuk memajukan produk-produk pertanian dalam negeri. 

“Lalu, saya juga berharap dinas dalam negeri ini dapat digerakkan. Dapat memotret di suatu daerah tertentu ada padi sekian, ada nanas sekian, dan lain-lain. Sehingga, kalau ada orang yang ingin melihat, bisa tau melalui website misalnya di sini ada nanas sekian, buah sekian, dan sebagainya. Begitu juga dengan infrastruktur tolonglah dibantu,” tambahnya. 

Di samping itu, ia juga berharap agar pemerintah dapat memberikan arahan kepada para petani agar bisa menjual produk pertanian dipasaran dan mampu bersaing diluar negeri. Sehingga dengan demikian, produk pangan dalam negeri bisa diekspor ke luar negeri.

“Para petani juga berharap untuk bisa diberikan arahan. Kasih tau petaninya, ada jeruk impor dengan jumlah sekian mau masuk, misalnya. Kasih tau petaninya, jeruknya tolong jangan banyak-banyak panennya, karena akan ada banyak jeruk impor yang masuk, jadi kami para petani ya tidak pupuk lagi jeruknya karena kalau tidak, ketika produk lokal kami bertemu dengan produk luar yang lebih bagus, kami pasti kalah. Jadi, tolong kami ini diberitahu, diarahkan, jangan dibiarkan autopilot begitu,” pungkasnya. (*) Steven

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]