Jakarta – Badan Intelejen Negara (BIN) terus berupaya untuk berkontribusi dalam mensukseskan vaksinasi nasional. Dengan kerja sama, jumlah vaksinasi saat ini sudah menembus angka lebih dari 280 juta dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Mayjen TNI Agoes Joesni, Deputi Bidang Intelijen Luar Negeri BIN mengungkapkan, peran BIN dalam penanggulangan pandemi sudah dimulai sejak awal 2020 di Wuhan. Langkah pencegahan ini dilakukan agar Covid-19 tidak menyebar dengan cepat.
“Jauh sebelum Covid-19 di awal 2020 masuk ke Indonesia, BIN sudah mengamati fenomena ini sejak kasus di Wuhan. Sebagai lembaga yang diamanatkan oleh undang-undang punya peran pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai ancaman, BIN sudah melakukan pencegahan. Salah satunya, penggunaan masker yang dilontarkan oleh BIN yang disampaikan pada Pemerintah,” ujar Agoes pada keterangannya, 1 Februari 2022.
Selain langkah pencegahan, BIN juga melakukan program vaksinasi sebagai perintah Presiden yang diselenggarakan BIN di seluruh Indonesia. Beberapa langkah yang dilakukan mulai dari pemetaan di lapangan, membuat aplikasi untuk mendeteksi kedisiplinan menggunakan masker, melakukan sosialisasi, serta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam pembuatan sertifikat vaksinasi.
Deputi Bidang Intelijen Ekonomi BIN, Made Kartikajaya mengungkapkan pihaknya sudah memiliki tim penanganan Covid-19. Tim ini bertugas menyediakan vaksin di seluruh Indonesia. “Dengan vaksinasi akan ada pergerakan masyarakat, maka ekonomi bisa pulih. Tercapainya program vaksinasi akan menjadi tolok ukur untuk memulihkan ekonomi nasional,” ucap Made. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting BRI Finance resmi mengganti logo pada 13 Januari 2026 sebagai bagian dari penyesuaian… Read More
Poin Penting Kasus keracunan menu MBG kembali terjadi di sejumlah daerah, meski BGN menargetkan zero… Read More
Poin Penting KPK mendalami dugaan aliran uang suap pajak dari tersangka ke sejumlah pihak di… Read More
Poin Penting BAF memperoleh dua fasilitas pinjaman berkelanjutan dari Bank DBS Indonesia (IDR300 miliar) dan… Read More
Poin Penting DJP berhasil menagih utang pajak Rp25,4 miliar dari penanggung pajak berinisial SHB, termasuk… Read More
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More