Per September, OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp5.652,8 Triliun

Per September, OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp5.652,8 Triliun

Ke Mana Kredit Bank Mengalir?
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan mencapai Rp5.652,8 triliun per September 2021. Capaian ini terhitung meningkat 2,21% yoy (year-on-year) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan kredit di beberapa sektor perekonomian, seperti sektor transportasi, pertanian, konstruksi, dan rumah tangga juga tumbuh positif masing-masing sebanyak 14,59%, 4,34%, 3,6%, 3,77%. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga masih tumbuh hingga 7,69% yoy.

“Stabilitas sistem keuangan pada September 2021 terjaga dengan kinerja yang bertumbuh positif terlihat pada pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana di pasar modal seiring terkendalinya pandemi Covid-19 dan meningkatnya aktivitas perekonomian,” tulis Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot pada keterangannya, 8 November 2021.

Selanjutnya, penghimpunan dana di pasar modal hingga 26 Oktober 2021 telah mencapai Rp273,9 triliun atau meningkat 282,8% dari periode yang sama tahun lalu, dengan 40 emiten baru. NAB Reksa Dana juga meningkat diiringi pertumbuhan jumlah investor domestik yang mencapai 6,4 juta investor.

Hingga September 2021, profil risiko lembaga jasa keuangan juga terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22% (NPL net: 1,04%) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan turun pada 3,85%. Likuiditas industri perbankan berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK masing-masing pada level 152,8% dan 33,53%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Permodalan lembaga jasa keuangan terpantau kuat. Capital Adequacy Ratio industri perbankan sebesar 25,24%, jauh di atas threshold. Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 587,74% dan 341,61%, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,95x, jauh di bawah batas maksimum 10x.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan Fintech P2P Lending pada periode yang sama juga tumbuh mencapai Rp27,48 Triliun atau meningkat 116,2% yoy. Sementara, piutang perusahaan pembiayaan melanjutkan tren perbaikan meskipun masih terkontraksi dengan tumbuh -7,0% yoy.

“OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Sekar. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]