Keuangan

Per September 2024, Home Credit Membantu Distribusi Produk Asuransi ke 13 Juta Nasabah

Jakarta – Perusahaan pembiayaan PT Home Credit Indonesia (Home Credit) terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan secara berkelanjutan. Selain menawarkan produk pembiayaan, Home Credit juga membantu memasarkan produk asuransi.

Terhitung sejak 2016 hingga September 2024, Home Credit sudah membantu distribusi produk proteksi kepada lebih dari 13 juta nasabah (pemegang polis).

Dalam mendistribusikan layanan asuransi, Home Credit menggandeng beberapa perusahaan dan pialang asuransi di Indonesia.

Layanan asuransi menjadi nilai tambah yang dapat diaktifkan masyarakat saat menggunakan pembiayaan dari Home Credit.

Perusahaan pembiayaan berbasis teknologi ini menawarkan pembiayaan barang, pembiayaan tunai, dan paylater.

Baca juga: Home Credit Catat Penyaluran Pembiayaan Rp5,1 Triliun di Semester I 2024, Ini Penopangnya

Menurut Cahyadi Poernomo, Chief Customer Management Officer Home Credit Indonesia, terhitung sejak 2016 sampai 30 September 2024, Home Credit sudah membantu memasarkan produk asuransi ke lebih dari 13 juta pemegang polis.

“Pencapaian ini merupakan wujud nyata dari komitmen Home Credit untuk terus meningkatkan penetrasi asuransi yang masih relatif rendah di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya,” paparnya dalam keterangan resmi, Kamis, 7 November 2024.

Premi Tumbuh 23 Persen

Selama periode 1 Januari-30 September 2024, Home Credit mencatatkan pertumbuhan premi 23 persen year-on-year (yoy), mencakup layanan asuransi cicilan kredit, asuransi gadget, asuransi penyakit kritis dan sebagainya.

Salah satu mitra kerja Home Credit adalah PT Equity Life Indonesia yang telah berkolaborasi sejak 2016, melalui produk-produk, seperti CriticalLifeCOVER yang memberikan proteksi atas risiko meninggal dan risiko penyakit kritis seperti stroke, kanker, dan serangan jantung.

Baca juga: Riset Ipsos: Shopee Paling Memuaskan untuk Belanja Online di 2024

Produk AMAN juga tersedia untuk melindungi pembayaran cicilan dari risiko tak terduga.

Jaringan Luas

Samuel Setiawan, Chief Executive Officer Equity Life Indonesia mengungkapkan, jaringan luas Home Credit dan aplikasi My Home Credit yang sudah digunakan lebih dari 20 juta users sangat membantu dalam memperluas akses asuransi.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Home Credit untuk memberikan perlindungan lebih banyak orang lagi di masa depan,” tegasnya.

Gandeng PT Asuransi MSIG Indonesia

Home Credit juga menggandeng PT Asuransi MSIG Indonesia dengan menghadirkan produk SANTAI. Produk ini memberikan proteksi terhadap segala bentuk perabotan dan peralatan rumah tangga serta isi rumah lainnya.

Beberapa waktu lalu, Home Credit membantu memfasilitasi pengajuan klaim senilai hampir Rp1 miliar, kepada puluhan pemegang polis produk SANTAI yang terdampak bencana banjir di Gorontalo. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

57 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

6 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

6 hours ago