Jakarta – Pemerintah memastikan para penyandang disabilitas akan mendapat akses vaksinasi yang setara dengan masyarakat umum. Bulan lalu, penyandang disabilitas yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta telah menjalani vaksinasi COVID-19 di Istora Senayan.
“Itulah mengapa kita buat Gerakan Indonesia Bisa. Tujuannya agar kelompok rentan ini bisa mengakses informasi, fasilitas, kesehatan, dan banyak hal, salah satunya bisa mendapatkan vaksinasi,” ujar Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia pada gelar wicara virtualnya, yang dikutip di Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SLB/G Yayasan Dwituna Rawinala Budi Prasodjo mengungkapkan, pihaknya sudah merasakan kesetaraan akses vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah. Selain kemudahan informasi, para penyandang disabilitas juga difasilitasi agar dapat mencapai tempat vaksinasi dengan mudah dan nyaman
“Sampai saat ini Alhamdulillah akses informasi dari berbagai kementerian selalu terinformasikan kepada kami, khususnya untuk vaksinasi disabilitas, justru kami mendapatkan informasi terlebih dahulu sehingga kami juga yang menginformasikan ke beberapa SLB lainnya,” jelas Budi.
Sejauh ini, pelaksanaan vaksinasi bagi para penyndang disabilitas berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dilaporkan pun normal dan masih dalam batas wajar. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More