Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengatakan, hingga akhir Februari 2020 penyaluran pinjaman Fintech P2P Lending telah mencapai Rp 95,39 triliun atau masih meningkat 225,58% dari tahun lalu (YoY).
“Dari sisi pemberi pinjaman atau lender, sudah ada 630.003 entitas atau naik 156,83% YoY, sementara jumlah peminjam atau borrower sebanyak 22.327.795 entitas, naik 267,17% YoY,” ujar Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin 20 April 2020.
Dirinya menjelaskan, junlah penyelenggara Fintech P2P Lending yang terdaftar di OJK per Februari 2020 telah mencapai 161 perusahaan, dengan 25 diantaranya status berizin. Meski penyaluran pinjaman per Febuari masih mengalami pertumbuhan, kondisi pandemi virus corona (COVID19) dinilai telah menggerus angka penyaluran pinjaman pada bulan April 2020.
Lebih lanjut ia mengatakan, hingga April 2020 penyaluran pinjaman industri Fintech P2P Landing atau pinjaman online terlihat turun tipis 5% bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya kala COVID19 belum menyebar.
“Angka penurunan 5% itu secara rata-rata akumulatif di industri kita, data survey yang dilakukan April, secara month to month. Penurunan penyaluran pinjaman,” kata Tumbur.
Menurutnya, kontraksi bisa saja terjadi hingga akhir tiga bulan kedepan tergantung pada percepatan penanganan covid19 di Indonesia. Meski begitu pihaknya masih optimis penyaluran pinjaman akan terus meningkat jelang hari Raya Idul Fitri seiring dengan penyaluran THR di Masyarakat. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More