Ilustrasi: Layanan BRI. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hingga November 2025 mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp163,38 triliun, menjangkau 3,5 juta debitur atau setara 92,3 persen dari total alokasi KUR BRI tahun berjalan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, sebagian besar penyaluran KUR tersebut mengalir ke sektor produksi dengan porsi 64,6 persen, khususnya sektor pertanian yang mencapai Rp73,73 triliun, mencerminkan keberpihakan BRI dalam memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, BRI memperkuat ekonomi desa melalui pendampingan dan pemberdayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), sekaligus memperluas layanan transaksi keuangan melalui jaringan BRILink Agen.
Baca juga: BRI Jamin Relaksasi KUR Korban Bencana Sumatra Tak Pengaruhi Kinerja Keuangan
Hingga November 2025, jaringan BRILink Agen telah mencapai 1,2 juta agen, menjangkau 66.587 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia.
“Melalui model kemitraan ini, BRILink Agen telah memfasilitasi lebih dari 1 miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.592 triliun, menjadikannya simpul keuangan yang mendorong perputaran ekonomi di tingkat dessa,” kata Hery dalam keterangannya, dikutip, Senin, 5 Januari 2026.
Hery menuturkan, di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan, BRI menatap tahun 2026 dengan optimisme. Hal tersebut tecermin dari kemampuan perseroan menjaga momentum pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan di seluruh lini bisnis.
Kinerja positif ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan perseroan melalui inisiatif BRIVolution Reignite.
“Di saat yang sama, BRI pun mengambil bagian dalam upaya mengakselerasi perekonomian melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah. Bahkan, kontribusi tersebut tidak berhenti pada aspek ekonomi semata, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga: BRI Lakukan Rebranding Menjadi Bank Universal, Ada Pergeseran Fokus Bisnis?
Hery menegaskan, agenda transformasi yang dijalankan secara konsisten sejak Juli 2025 berbuah pada kinerja keuangan BRI yang tumbuh positif dan berkelanjutan sepanjang 2025.
Hingga Triwulan III 2025, BRI membukukan laba sebesar Rp41,2 triliun, didukung oleh strategi penghimpunan dana murah (CASA) yang memperkuat efisiensi biaya dana dan fundamental bisnis perseroan.
Di samping itu, total aset BRI tumbuh 8,2 persen year-on-year menjadi Rp2.123,4 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,2 persen menjadi Rp1.474,8 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 6,3 persen menjadi Rp1.438,1 triliun.
Baca juga: BRI Bukukan Laba Rp45,44 Triliun per November 2025
Dari sisi permodalan, BRI berhasil menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level 25,4 persen, dengan likuiditas yang sehat melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,5 persen.
“Kinerja ini mencerminkan kemampuan BRI menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan keberlanjutan,” tandas Hery. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan non subsidi tidak mengalami kenaikan. Ketersediaan BBM… Read More
Poin Penting Kadin mendorong Indonesia keluar dari middle income trap melalui penguatan investasi dan inovasi,… Read More
Poin Penting Kasus Amsal Sitepu menjadi momentum evaluasi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola proyek di… Read More
Poin Penting Friderica Widyasari Dewi (Kiki) resmi menjadi Ketua OJK periode 2026–2031, didampingi empat komisioner… Read More
Poin Penting RI dan Jepang menandatangani 10 MoU dengan nilai total USD23,1 miliar (Rp392,7 triliun).… Read More
Poin Penting BRI mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap maraknya penipuan digital, khususnya melalui link palsu… Read More