Ilustrasi aktivitas pelaku UMKM. (Foto: Istimewa
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit untuk UMKM pada Desember 2025 terkontraksi 0,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.501,5 triliun. Angka ini melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,7 persen
Berdasarkan Analis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, perkembangan tersebut didorong oleh kredit UMKM skala kecil yang masih mengalami pertumbuhan. Sementara, kredit UMKM skala mikro dan menengah mengalami kontraksi.
Secara rinci, kredit UMKM pada skala kecil mengalami pertumbuhan sebesar 6,8 persen yoy menjadi Rp528,1 triliun, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,9 persen.
Baca juga: OJK Akui Pembiayaan Hijau UMKM Kurang Optimal, Ini Penyebabnya
Sementara itu, kredit UMKM skala mikro mengalami kontraksi 4,6 persen menjadi Rp637,7 triliun, setelah pada bulan sebelumnya atau November 2025 terkontraksi 5,5 persen.
Sementara itu, kredit UMKM skala menengah juga terkontraksi sebesar 2 persen menjadi Rp335,7 triliun. Diketahui, pada November 2025 juga mengalami pertumbuhan negatif 0,6 persen.
Baca juga: PIP Siap Biayai UMKM Kopdes Merah Putih, Ini Skema dan Bunganya
Berdasarkan jenis penggunaan, kontraksi kredit UMKM pada Desember 2025 dipengaruhi oleh Kredit Modal Kerja yang menurun sebesar 4,2 persen yoy menjadi Rp1.022,4 triliun.
Namun, kredit investasi masih tumbuh sebesar 8,9 persen menjadi Rp490,1 triliun. Ini melanjutkan pertumbuhan di November 2025 yang sebesar 7,4 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk akan menggelar RUPST tahun buku 2025 pada 17… Read More
Poin Penting Asuransi Jasindo menegaskan pentingnya proteksi perjalanan saat arus balik Lebaran 2026, seiring tingginya… Read More
Poin Penting PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menawarkan 1,8 miliar saham (maks. 20,75%) di… Read More
Poin Penting: AS meminta dukungan lebih luas dari sekutu untuk mengatasi krisis Hormuz yang berdampak… Read More
Poin Penting Gen Z dan milenial cenderung fokus pada kebutuhan saat ini, sementara 19% belum… Read More
Poin Penting Penipuan berkedok aktivasi IKD marak dengan modus meminta OTP, data pribadi, dan mengirim… Read More