Ilustrasi uang beredar/Erman Subekti
Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya terus mendorong perbankan untuk menyaluran kredit guna membantu sektor UMKM, salah satunya melalui instrumen penempatan dana pemerintah di perbankan.
Wimboh mengungkapkan, penempatan dana Pemerintah di Bank Himbara saat ini sudah sebesar Rp47,5 triliun. Dana tersebut sudah disalurkan melalui kredit senilai Rp166,39 triliun. “Jadi sudah lebih dari 3 kali leveragenya ke penyaluran kredit,” ujar Wimboh dalam Konferensi Pers Perkembangan Kebijakan dan Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan, Senin 2 November 2020.
Tak hanya itu, Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga telah menerima penempatan dana sebesar Rp14 triliun yang telah mendorong penyaluran kredit sebesar Rp17,39 triliun. Selain itu, bank syariah mendapatkan Rp3 triliun yang disalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp1,7 triliun.
“Selanjutnya, terkait kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan, kami juga terus melakukan monitoring atas realisasi implementasinya yang sejauh ini berjalan lancar,” ucap Wimboh.
Sebelumnya, dirinya juga meyakini bahwa penyaluran kredit perbankan yang bersumber dari penempatan dana pemerintah di sejumlah bank ini akan terus tumbuh karena penyerapan kredit mulai menunjukkan sinyal positif.
Sementara itu, terkait program restrukturisasi kredit perbankan, hingga 5 Oktober 2020, sudah mencapai Rp914 65 triliun untuk 7,53 juta debitur. Sedangkan, restrukturisasi di perusahaan pembiayaan hingga 27 Oktober mencapai Rp177,66 triliun untuk 5,4 juta kontrak. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More