Moneter dan Fiskal

Penyaluran Kredit Perbankan Januari 2024 Lesu, BI Ungkap Datanya

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru pada Januari 2024 terindikasi melambat. Hasil survei kepada perbankan menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Januari 2024 tercatat sebesar 24,5 persen, lebih rendah daripada SBT pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 73,3 persen. Hal tersebut sejalan dengan pola historis penyaluran kredit baru.

Berdasarkan kategori bank, penyaluran kredit baru yang lebih rendah pada Januari 2024 diprakirakan terjadi pada hampir seluruh kategori bank. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru pada Januari 2024 terindikasi lebih rendah pada seluruh jenis kredit.

“Faktor utama yang memengaruhi prakiraan penyaluran kredit baru pada Januari 2024, yaitu prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, permintaan pembiayaan dari nasabah, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,” ujar Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono, Senin, 26 Februari 2024.

Baca juga: BI Ungkap Pembiayaan Korporasi Januari 2024 Melambat

Penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat pada Februari 2024, terindikasi dari nilai SBT prakiraan penyaluran kredit baru Februari 2024 sebesar 71,5 persen. Peningkatan penyaluran kredit baru pada Februari 2024 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank serta pada seluruh jenis kredit.

Kebijakan penyaluran kredit (lending standard) pada Januari 2024 sedikit lebih ketat. Hal tersebut terindikasi dari SBT perubahan lending standard Januari 2024 yang bernilai positif sebesar 0,4 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, kebijakan penyaluran kredit yang ketat terindikasi pada kredit investasi dan kredit modal kerja, sedangkan kredit konsumsi (KPR) dan kredit konsumsi lainnya terindikasi lebih longgar dengan SBT negative.

“Faktor yang memengaruhi perubahan standar pemberian kredit pada Januari 2024 antara lain kondisi/permasalahan sektor riil saat ini, toleransi bank terhadap risiko, serta potensi risiko kredit ke depan,” jelasnya.

Untuk keseluruhan periode triwulan I 2024, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh meski melambat dibandingkan triwulan IV 2023 sesuai pola historisnya. Hal tersebut terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru triwulan | 2024 hasil survei periode Januari 2024 yang bernilai positif sebesar 23,4 persen, melambat dibandingkan Desember 2023 yang sebesar 94,0 persen.

Baca juga: Kredit Perbankan Tumbuh 10,38 Persen, Sektor Ini Jadi Pendongkrak

“Berdasarkan kategori bank, perlambatan penyaluran kredit baru terindikasi pada seluruh kategori bank terutama bank umum. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh melambat pada seluruh jenis kredit,” pungkas Erwin.

Berdasarkan hasil survei Januari 2024, kebijakan penyaluran kredit baru untuk triwulan | 2024 secara umum sedikit lebih ketat. Hal ini terindikasi dari SBT perubahan kebijakan penyaluran kredit triwulan I 2024 yang tercatat positif sebesar 0,2 persen.

Sementara berdasarkan jenis penggunaan, kebijakan penyaluran kredit yang lebih ketat diprakirakan terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit konsumsi (KPR) yang diprakirakan tetap longgar. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago