News Update

Penyaluran Insentif Prakerja Bisa Lewat DANA

Jakarta – Pemerintah kembali menggandeng platform dompet digital sebagai penyalur insentif Kartu Prakerja. Yang terbaru, pemerintah resmi menggandeng DANA untuk mentransfer insentif ke peserta Kartu Prakerja.

“Hari ini kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu, DANA telah resmi menjadi mitra pembayaran di Kartu Prakerja,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin, dalam webinar Kartu Prakerja, Rabu 14 Oktober 2020.

Rudy yang juga Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, menjelaskan bahwa penyaluran insentif dilakukan secara digitatal agar lebih efeisien. Mengingat, peserta Kartu Prakerja berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tercatat hingga saat ini sudah empat platfrom dompet digital yang tersedia dalam Kartu Prakerja, yakni OVO, LinkAja, Gopay, dan DANA. Selain itu, penyaluran insentif Prakerja juga bisa melalui rekening BNI.

“Semua orang dari Sabang sampai Merauke tidak ada satu pun terlewati dari penerima. Karena pandemi mengurangi mobilitas, jadi kita dipaksa go digital sekaligus membuat program lebih efisien,” jelasnya.

Selain itu dirinya menyebut, sebanyak 75 persen peserta juga lebih memilih penyaluran insentif dilakukan melalui e-wallet. Bahkan masyarakat yang sebelumnya tak memiliki rekening, setelah menjadi peserta Prakerja kini memiliki rekening di bank dan e-wallet.

“Setelah bergabung, 75 persen memilih e-wallet sebagai rekening penyaluran dana insentif,” tambahnya.

Sebagai informasi saja, total pendaftar program Kartu Prakerja per 8 Oktober 2020 mencapai 35,1 juta orang dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jumlah itu berasal dari gelombang awal hingga gelombang 10. Dari total pendaftar tersebut, jumlah peserta yang lolos seleksi dan diterima untuk mengikuti program hanya sebanyak 5,59 juta orang.

Peserta yang lolos itu akan mendapatkan manfaat bantuan sebesar Rp3,55 juta, terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pelatihan sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, insentif survei kebekerjaan Rp50.000 per survei untuk 3 kali survei. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

60 mins ago

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

9 hours ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

11 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

13 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

14 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

15 hours ago