Jakarta – Ketidakpastian akan pemulihan ekonomi global telah meningkatkan risiko di pasar keuangan. Karenanya, tak mengherankan jika kini tampak bahwa atmosfer di pasar global secara umum tetap waspada.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM mengatakan, rendahnya selera risiko mengurangi ketertarikan investor terhadap pasar saham.
Sentimen ekonomi global secara umum dan selera risiko investor mungkin mengalami pukulan karena berita penurunan prospek global Bank Dunia. Baru-baru ini Bank Dunia memang memangkas pertumbuhan ekonomi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Gejolak harga minyak, belum pulihnya harga komoditas dan kebijakan AS terkait suku bunga menjadi pemicunya.
“Tentu saja ada sejumlah ketidakpastian lain yang menyebabkan memburuknya ketertarikan investor pada aset berisiko, contohnya ketidakpastian arah suku bunga AS dan referendum Uni Eropa mendatang” ujar dia. (*)
Poin Penting RedDoorz membidik kenaikan pendapatan 20 persen menjelang Lebaran 2026. Kota seperti Garut, Tasikmalaya,… Read More
Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS naik pada Jumat, 27 Februari 2026, dibandingkan… Read More
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More
Poin Penting Bank Saqu fokus meningkatkan engagement, event komunitas, promo digital, dan fitur aplikasi untuk… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi lanjut melemah ke level 8.150 pada perdagangan 27 Februari 2026 setelah… Read More