Jakarta – Ketidakpastian akan pemulihan ekonomi global telah meningkatkan risiko di pasar keuangan. Karenanya, tak mengherankan jika kini tampak bahwa atmosfer di pasar global secara umum tetap waspada.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM mengatakan, rendahnya selera risiko mengurangi ketertarikan investor terhadap pasar saham.
Sentimen ekonomi global secara umum dan selera risiko investor mungkin mengalami pukulan karena berita penurunan prospek global Bank Dunia. Baru-baru ini Bank Dunia memang memangkas pertumbuhan ekonomi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Gejolak harga minyak, belum pulihnya harga komoditas dan kebijakan AS terkait suku bunga menjadi pemicunya.
“Tentu saja ada sejumlah ketidakpastian lain yang menyebabkan memburuknya ketertarikan investor pada aset berisiko, contohnya ketidakpastian arah suku bunga AS dan referendum Uni Eropa mendatang” ujar dia. (*)
Poin Penting Sequis Life menghadirkan pusat layanan terpadu Sequis Center Medan yang menggabungkan layanan nasabah… Read More
Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More