News Update

Penurunan Bunga Kartu Kredit Kurang Ampuh Genjot Konsumsi

Jakarta – Ekonom yang juga Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memandang kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait penurunan batas maksimum suku bunga kredit menjadi 1,75% per bulan dari sebelumnya 2% tidak begitu berpengaruh besar terhadap konsumsi masyarakat maupun permintaan kredit.

Menurutnya, terdapat 2 faktor yang membuat kebijakan tersebut tidak terlalu berdampak signifikan yakni masih rendahnya pengguna kartu kredit serta masih taatnya pemegang kartu membayar tagihan secara tepat waktu.

“Dengan demikian kebijakan suku bunga kredit tersebut tidak berdampak signifikan. Pengguna kartu kredit umumnya tidak memperhatikan suku bunga yang dikenakan,” kata Piter ketika dihubungi di Jakarta, Rabu 26 Mei 2021.

Piter memandang, penurunan batas bunga kaetu kredit ini lebih bersifat melindungi nasabah berpenghasilan rendah dari lonjakan transaksi kartu kredit dan bukan mendorong masyarakat memanfaatkan kartu kredit untuk bertransaksi.

Sebagai informasi saja, BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Periode Mei 2021 memutuskan untuk menurunkan batas maksimum suku bunga kredit menjadi 1,75% per bulan dari sebelumnya 2%. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juli 2021.

Kebijakan penurunan batas maksimum suku bunga menjadi 1,75% ini dinilai BI sejalan pandemi yang masih berlangsung dan berdampak kepada nasabah. Dengan stimulus kebijakan ini, diharapkan BI bakal turut mendongkrak bisnis konsumer perbankan, ditengah permintaan kredit yang masih lemah.

Sebagai informasi saja, OJK mencatat kredit di sektor perbankan pada bulan Maret 2021 masih terkontraksi -3,77% Year on Year (YoY) atau lebih dalam dibandingkan Febuari 2021 di -2,15% (YoY). Meski demikian, profil risiko lembaga jasa keuangan pada Maret 2021 masih relatif terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,17% dengan NPL net: 1,02%. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Evakuasi Tunggu Cuaca Aman

Poin Penting Pesawat ATR 42-500 ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam… Read More

12 hours ago

Rujukan JKN Dianggap Bikin Ribet, BPJS Beri Penjelasan

Poin Penting Sistem rujukan JKN bukan hambatan, melainkan mekanisme untuk memastikan peserta mendapat layanan medis… Read More

16 hours ago

AAJI Buka Pencalonan Ketua Baru, Siapa Kandidatnya?

Poin Penting AAJI resmi membuka pencalonan Ketua Dewan Pengurus periode 2026-2028, yang akan diputuskan melalui… Read More

19 hours ago

AAJI Beberkan Alasan Penunjukan 2 Plt Ketua Sekaligus

Poin Penting AAJI menunjuk dua Plt Ketua, yakni Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, usai… Read More

22 hours ago

Dana Riset Naik Jadi Rp12 T, DPR Apresiasi Langkah Prabowo Temui 1.200 Rektor

Poin Penting Dana riset nasional naik menjadi Rp12 triliun, setelah Presiden Prabowo menambah anggaran sebesar… Read More

23 hours ago

Indeks INFOBANK15 Menguat 2 Persen Lebih, Hampir Seluruh Saham Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More

1 day ago