Jakarta – Teka-teki kursi jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia terkuak sudah. Inarno Djajadi ditunjuk jadi Direktur Utamanya.
Namun yang unik, berdasarkan sumber Infobank menyebutkan, untuk menentukan Inarno dibutuhkan waktu 2 jam dan terkesan alot. Apalagi nama Inarno sendiri sudah muncul sejak Maret 2018 lalu di pasar, terkait pencalonan Direktur Utama BEI.
Sehingga tidak heran jika Ia muncul dan terpilih. Apalagi ia bukan orang baru di pasar modal.
Seperti diketahui, ia pernah menjabat sebagai mantan Direktur Utama dan Komisaris PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
“Kita ketahui kalau pak Inarno mantan KPEI dan Hasan Fawzi juga,” kata Pengamat pasar modal Yanuar Rizky kepada Infobank di Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.
Baca juga: Diganti Inarno, Berakhir Sudah Eranya Tito Sulistio di BEI
Yanuar sendiri mengatakan sangat senang dengan komposisi jajaran direksi saat ini, selain beberapa nama bukan orang baru, beberapa jabatan diisi oleh orang yang merangkak dari level karier dari bawah.
Hal tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan pelaku pasar dalam mendorong pasar modal bisa lebih baik.
“Saya cukup gembira dengan komposisi susunan saat ini. Saya mengenal beberapa dari bawah, sebut saja Fithri Hadi, Kristian Sihar Manullang, IGD N Yetna Setyo. Kalau yang sebelumnyakan banyak dari sekuritas,” jelasnya.
Adapun komposisi jajaran Direksi BEI yang telah ditetapkan diantaranya :
Direktur Utama : Inarno Djajadi
Direktur Penilaian Perusahaan : IGD N Yetna Setyo
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa : Laksono Widito Widodo
Direktur Pengawasan Transaksi : Kristian Sihar Manullang
Direktur Teknologi Informasi : Fithri Hadi
Direktur Pengembangan : Hasan Fawzi
Direktur Keuangan dan SDM : Risa Effenita Rustam. (*)
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More