Moneter dan Fiskal

Penundaan Pengangkatan CPNS Dinilai Berpotensi Rugikan Ekonomi Rp11,9 Triliun

Jakarta – Penundaan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar.

Berdasarkan analisis Center of Economic and Law Studies (CELIOS), total potensi kerugian output ekonomi akibat kebijakan ini mencapai Rp11,9 triliun.

Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan, dampak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan mencapai Rp10,43 triliun, sementara pendapatan masyarakat juga berpotensi turun hingga Rp10,4 triliun.

“Selain itu, pengusaha sangat dirugikan karena uang gaji dan tunjangan yang harusnya bisa dibelanjakan CPNS membeli berbagai produk kebutuhan pokok, perumahan hingga elektronik menjadi potential loss,” kata Bhima dalam keterangannya, Senin, 10 Maret 2025.

Baca juga: Pengangkatan CPNS dan CPPPK Molor, DPR Minta Kebijakan Direvisi

Bhima menjelaskan, kebijakan ini juga menimbulkan kerugian tidak langsung bagi pengusaha, yang diperkirakan mencapai Rp3,68 triliun.

Selain itu, sekitar 110 ribu tenaga kerja turut terdampak akibat penurunan output di beberapa sektor.

“Penundaan pengangkatan CPNS berdampak luas pada sektor jasa pemerintah yang mengalami penurunan output sebesar Rp3,5 triliun, sektor perdagangan Rp441,7 miliar, serta sektor penyediaan makanan dan minuman sebesar Rp286,8 miliar,” jelasnya.

Menurut Bhima, sektor-sektor tersebut bisa melakukan efisiensi atau bahkan menunda perekrutan karyawan baru sebagai imbas dari kebijakan ini.

Potensi Kerugian Pendapatan ASN

Di samping dampak bagi dunia usaha, CPNS juga menjadi pihak yang dirugikan secara langsung.

Bhima menghitung bahwa dengan asumsi gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk masa kerja 0-3 tahun sebesar Rp3,2 juta, jika diambil 80 persen dari gaji pokok, dikurangi pajak, dan ditambah tunjangan, maka rata-rata pendapatan CPNS mencapai Rp3 juta per bulan.

Selanjutnya, jika penundaan berlangsung selama sembilan bulan, maka potensi pendapatan per CPNS yang hilang mencapai Rp27 juta.

Baca juga: SKD CPNS Dimulai Hari Ini, MenPAN-RB: Jangan Percaya Calo yang Janjikan Kelulusan

Dengan total kebutuhan formasi CPNS sebanyak 250.407 orang di tingkat pusat dan daerah, maka total pendapatan yang hilang akibat penundaan ini diperkirakan mencapai Rp6,76 triliun.

Bhima menyatakan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan efek berantai dari setiap keputusan yang tidak hanya melibatkan ratusan ribu CPNS yang nasibnya tidak pasti, tapi juga pengusaha dan karyawan swasta yang terdampak kebijakan fatal pemerintah saat ekonomi sedang memburuk.

“Pemerintah harus lebih bijak dalam mengambil keputusan agar tidak memperburuk keadaan ekonomi yang sudah penuh tantangan,” pungkas Bhima. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

2 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

6 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

6 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

6 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

7 hours ago