Nilai Tukar Rupiah Mulai Bergerak ke Zona Hijau
Jakarta– Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini (12/9) berhasil menembus angka Rp13.985/US$.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebut, pasar menyambut positif keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda kenaikan tarif untuk Tikongkok.
“Otimisme negosiasi dagang terus terpancar setelah pagi ini Trump memberikan keputusan yang positif mendukung negosiasi yaitu menunda kenaikan tarif 5% untuk produk Tiongkok hingga 15 Oktober,” jelas Ariston ketika dihubungi Infobank di Jakarta, Kamis 12 September 2019.
Sebelumnya, Donald Trump memutuskan untuk menunda kenaikan tarif impor pada barang-barang Tiongkok senilai US$ 250 miliar menjadi 15 Oktober 2019 yang semula berlaku pada 1 Oktober.
Penundaan tarif tersebut dilakukan menanggapi langkah Tiongkok untuk mengecualikan 16 produk AS dari rencana kenaikan kenaikan bea masuk.
Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan hari ini, (12/9) Kurs Rupiah berada di level Rp13.985/US$ posisi tersebut menguat bila dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi (12/9) yang masih berada di level Rp14.050/US$.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (12/9) kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.052/US$ menguat dari posisi Rp14.063/US$ pada perdagangan kemarin (11/9). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More