News Update

Penuhi Ketentuan Modal, 2 Pindar Syariah Siap Merger

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa dua fintech peer-to-peer (P2P) lending syariah berkomitmen melakukan merger. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat modal agar memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar.

“Dalam rangka penguatan permodalan, dua pindar syariah yang belum memenuhi permodalan Rp12,5 miliar telah menyampaikan komitmen untuk menjajaki rencana merger,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman, dalam keterangannya, dikutip Jumat, 12 September 2025. 

Agusman tidak menyebut identitas dua penyelenggara fintech syariah yang akan bergabung. Namun ia menegaskan, upaya merger ini menjadi salah satu jalan bagi industri untuk memperkuat struktur permodalan sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: OJK Ungkap Update Kasus Pindar KoinP2P, iGrow, Akseleran hingga TaniFund

Secara umum, sebut Agusman, potensi pasar pindar syariah masih cukup besar di Tanah Air. Mengingat masih banyaknya kegiatan produktif dan UMKM berbasis syariah yang belum mendapatkan akses pembiayaan.

“Potensi pindar syariah cukup besar karena banyak kegiatan produktif dan UMKM syariah belum mendapatkan akses pembiayaan,” jelasnya.

Aturan Modal Minimum

Berdasarkan data OJK per Agustus 2025, terdapat 9 dari 96 penyelenggara fintech P2P lending yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar.

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 40 Tahun 2024, yang menetapkan ekuitas minimum Rp7,5 miliar sejak Juni 2024, lalu meningkat menjadi Rp12,5 miliar.

Baca juga: Data Kredit Macet Nasabah Pindar Mulai Dicatat di SLIK OJK

Adapun penyaluran pinjaman pindar syariah per Juli 2025 tercatat Rp0,8 triliun atau Rp800 miliar.

Sementara itu, aset industri pindar syariah mencapai Rp0,18 triliun atau Rp180 miliar, tumbuh 5,88 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp0,17 triliun atau Rp170 miliar. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Aktifkan Lagi

Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More

18 mins ago

Free Float 15 Persen Dilakukan Bertahap, Begini Respons AEI

Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More

54 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More

1 hour ago

Misbakhun Buka Suara soal Namanya Masuk Bursa Calon Ketua OJK

Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More

1 hour ago

OJK Perluas Klasifikasi Investor Jadi 27 Jenis, Ini Rinciannya

Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More

2 hours ago

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia se-Asia Pasifik

Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More

2 hours ago