Subang – Hasil riset Radicati pada 2019 menunjukkan bahwa Email digunakan oleh 3,9 miliar orang setiap hari atau lebih dari 50% populasi dunia menggunakan email. Meskipun begitu, email tidaklah aman. Hasil studi Verizon pada 2020 menyatakan bahwa 94% metode pengiriman serangan siber sepanjang tahun 2019 dilakukan menggunakan email.
IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengungkapkan, kebutuhan untuk perlindungan email memang meningkat. Ia menilai perlunya sistem perlindungan email agar penyebaran kejahatan siber dapat dicegah.
“Email masih menjadi media terbesar untuk penyebaran virus, seperti malware dan ransomware. Masalah terbesarnya terletak pada attachment dan email. Pengguna main klik tanpa tahu data apa yang ada dalam attachment,” ujarnya di Subang, 27 Februari 2020.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan alasan keamanan tersebutlah yang membuat perusahaan memerlukan sistem perlindungan email, seperti Vimanamail. Vimanamail berfungsi layaknya cloud firewall untuk email. Sistem ini akan memfilter email yang berbahaya dan tidak. Apabila tak berbahaya, email akan diteruskan ke server pengguna.
Yudhi menambahkan, kesadaran keamanan digital di Indonesia masih sangat minim. Hal ini menyebabkan sering terjadinya kejahatan siber. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat, kejahatan siber dapat dicegah “Intinya tinggal kemauan dan kesadaran saja untuk mengamankan data perusahaan,” ucap Yudhi. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More