Seminar Nasional dan Rakerda Perbarindo bahas GCG. (Foto: Rezkiana Nisaputra)
Jakarta–Untuk memaksimalkan peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam menopang UMKM dan menghadapi persaingan di antara lembaga keuangan lainnya, maka kinerja keuangan BPR harus terus ditingkatkan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto menilai, peningkatan kinerja keuangan BPR dapat dilakukan dengan menerapkan good corporate governance (GCG) dalam pengelolaannya.
Penerapan dan pengelolaan GCG ini merupakan sebuah konsep yang menekankan pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat dan tepat waktu.
Menurutnya, penerapan prinsip GCG sangat diperlukan agar perbankan dapat bertahan dan tangguh dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, serta dapat menerapkan etika bisnis, sehingga dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan transparan.
“BPR sangat diharapkan dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pengembangan UMKM,” ujar Joko, di Jakarta, Kamis, 14 April 2016.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah mengeluarkan Peraturan OJK No. 4 Tahun 2015 tentang penerapan tata kelola yang baik bagi BPR. Penerapan tata kelola penting dilakukan, karena risiko dan tantangan yang dihadapi BPR baik dari internal maupun eksternal.
Dia menilai, komitmen BPR terhadap penerapan GCG yang konsisten, akan mampu menjauhkan BPR dari berbagai masalah yang berisiko tinggi. Tanpa didukung praktik GCG, BPR berpotensi menjadi tidak sehat. Hal ini dapat berisiko dan merusak BPR itu sendiri.
“Jika pondasi BPR sudah rusak, maka berbagai penyakit kronis akan menggerogoti BPR. Hasilnya, BPR akan mengalami kesulitan dalam menjalankan operasionalnya,” tukasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama Ketua DPD Perbarindo DKI Jakarta, Ricardo menambahkan, bahwa BPR yang berada di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya berkomitmen dan siap untuk menerapkan praktik GCG dan manajemen risiko sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Penerapan tersebut, semata-mata bukan hanya karena tuntutan regulasi, tetapi memang sudah menjadi kebutuhan bagi pengembangan bisnis BPR di masa yang akan datang,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More