Jakarta – Sektor UMKM memiliki peranan yang besar dalam perekonomian nasional. Meskipun demikian, sektor ini masih jarang terlindungi dari berbagai risiko, terutama bencana. Untuk itu, Fankar Umran CEO BRI Insurance mengungkapkan perlu adanya perlindungan kegagalan usaha dari asuransi bagi UMKM.
“Ketika terjadi risiko, UMKM harus kita lindungi dari sisi lain. Salah satunya adalah dengan perlindungan risiko kegagalan usaha. Ketika kejadian seperti bencana, asuransi akan otomatis mengganti sehingga pelaku UMKM tidak perlu mengganti kerusakan dan tidak terjebak hutang,” ujar Fankar pada gelar wicara virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube KOMPASTV, 10 Maret 2021.
Fankar mengakui, proteksi risiko kegagalan usaha akibat bencana masih jarang dibicarakan. Untuk itu, ia mendorong setiap stakeholder untuk mulai memikirkan perlindungan bagi sektor UMKM melalui asuransi. Perlindungan kegagalan risiko bagi UMKM akan meningkatkan sustainabilitas sektor UMKM.
“Dari berita yang saya baca, pemerintah mengalokasikan 80 triliun untuk penanganan bencana. Kalau risiko semacam ini diasuransikan, maka pemerintah tidak akan keluar dana sebesar itu, cukup dengan premi saja,” ujarnya.
Lebih jauh, Fankar menyebut risiko kegagalan usaha akibat bencana tidak bisa diduga dan sulit dikelola. Proteksi yang diberikan melalui premi akan memulihkan perekonomian sekaligus mencegah UMKM dari jebakan hutang. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh stakeholder untuk memberikan proteksi pada UMKM dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi nasional. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More