Jakarta – Edukasi terus-menerus kepada masyarakat merupakan aspek penting untuk mencegah penularan dan hoax Covid-19. dr. RA Adaninggar, Edukator dan Praktisi Kesehatan menjelaskan, penggunaan bahasa yang sederhana perlu dipergunakan agar informasi Covid-19 dapat tersampaikan pada setiap masyarakat.
“Intinya kalau mengedukasi masyarakat bahasa kita harus sederhana karena tidak akan nyampe kalau terlalu kompleks. Maka dari itu, biasanya saya mengedukasi dengan bahasa bahasa awam,” ujar Ning dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, 4 Februari 2021.
Ning mengungkapkan bahwa tidak mudah untuk menerjemahkan bahasa teknis dan medis. Untuk itu, ia dan edukator lain tetap terus belajar dan berkoordinasi untuk menerjemahkan bahasa yang teknis tersebut ke dalam bahasa yang mudah dipahami.
Lebih lanjut, ia juga meminta lebih banyak dukungan pemerintah dalam mengatasi hoax dan disinformasi Covid-19. Melalui sinergi antara pemerintah dan nakes, hoax Covid-19 dapat diberantas sehingga memudahkan penanganan Covid-19. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More