Ilustrasi: Pinjaman online (Pinjol)/istimewa
Jakarta – Jelang Lebaran, kebutuhan masyarakat makin meningkat. Tak jarang, sebagian masyarakat membutuhkan pinjaman untuk memenuhinya. Kondisi ini dimanfaatkan pinjaman online (pinjol) bodong atau ilegal untuk menawarkan pinjaman.
Oleh karenanya, masyarakat perlu berhati-hati dalam memilih perusahaan yang menawarkan pinjol. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum meminjam atau mengajukan pinjaman kepada perusahaan pinjol.
Melansir akun resmi Instagram OJK, @ojkindonesia, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari pinjol ilegal maupun investasi bodong.
OJK meminta kepada masyarakat untuk selalu ingat 2L, yakni legalitas dan logis.
Pertama, soal legalitas. Sebelum melakukan transaksi, masyarakat bisa membedakan pinjol legal dan illegal. OJK selalu membarui dan merilis daftar perusahaan fintech lending yang berada di bawah kepengawasannya. Jadi, masyarakat bisa memastikan legalitas pinjol tersebut terdaftar di OJK.
Masyarkat bisa mengecek legalitas perusahaan pinjol melalui layanan OJK 157, atau WhatsApp 081-157-157-157.
Kedua, logis. Dalam hal ini, masyarakat harus jeli melihat atau cek keuntungan yang ditawarkan perusahaan investasi. Pastikan investasi yang ditawarkan logis atau masuk akal.
Sementara untuk pinjol, masyarakat bisa mengecek besaran bungannya. Apakah bunga yang ditawarkan masih dalam batasan wajar. Pasalnya, hal ini terkait dengan kemampuan untuk membayar setiap bulannya.(*)
Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More
Poin Penting IHSG berpeluang menguat dan diperkirakan menguji area 8.328-8.527, meski tetap perlu mewaspadai potensi… Read More
Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More